Keanekaragaman Jenis dan Pola Distribusi Gastropoda di Ekosistem Mangrove Pulau Ngenang Kota Batam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis dan pola distribusi gastropoda di ekosistem mangrove Pulau Ngenang. Menggunakan metode survei dengan pengumpulan data mmemakai transek pada dua staiun yang berbeda. Hasil dari penelitian ditemukan 6 famili dan 9 spesies. 6 famili, yaitu, Potamididae, Ceritidae, Melongenidae, Neritidae, Ellobidae dan Muricidae. Jenis yang ditemukan yaitu: Telescopium telescopium, Telescopium mauritsi,Cerithidea obtusa, Terebralia palustris, Cerithium coralium, Pugilina cochlidium, Nerita balteata, Mysotella myositis, Chicoreus capucinus. Diperoleh indeks keanekaragaman jenis (H)’= 1,00 pada stasiun 1 dan 1,37 di stasiun 2, kategori sedang, hal ini menunjukkan tingkat keanekaragaman jenis sedang dan jenis–jenis tersebar secara mengelompok yang ditunjukan oleh nilai indeks Morisita 1,045 pada stasiun 1 dan 1,072 stasiun 2.References
Efendi, Y. dan Ramses. 2017. The Differences of population density and morphometrics character of Berungan (Telescopium telescopium) from two mangrove area (leachate runoff and charcoal furnace area) in Batam City, Indonesia. Omni-Akuatika. 13(1): 96–102.
Ernanto, E., Agustriani, F., dan Aryawati, R. 2010. Struktur Komunitas Gastropoda Mangrove di Muara Sungai Batang Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Maspari Journal, 1: 73-78.
Irawan, S., dan Malau, A.O. 2016. Analisis persebaran mangrove di Pulau Batam menggunakan teknologi penginderaan jauh. Jurnal integrasi, 8(2):80-87.
Irwanto. 2006. Model Kawasan Hutan Kabupaten Gunung Kidul. Sekolah pascasarjana. Jurusan ilmu pertanian UGM. Yogyakarta.
Isnaningsih, N.R., dan Patria, M.P. 2018. Peran komunitas moluska dalam mendukung fungsi kawasan mangrove di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten. Biotropika: Journal of Tropical Biology, 6(2):35-44.
Kathiresan, K, and Bingham B.L. 2001. Biology of Mangrove and Mangrove Ecosystems. Centre of advanced Study in Marine Biology. Annamalai University. Huxley College of Environmental Studies, Western Washington University. Annamalai. India.
Kramadibrata. 1996. Ekologi Hewan. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Mardatila, S., Izmiarti, I., dan Nurdin, J. 2016. Kepadatan, keanekaragaman dan pola distribusi gastropoda di Danau Diatas, Kabupaten Solok, Provinsi Sumatera Barat. Biocelebes, 10(2): 25-31.
Maturbongs, M.R., Ruata, N.N., dan Elviana, S. 2017. Kepadatan dan keanekaragaman Jenis gastropoda saat musim timur di ekosistem mangrove, Pantai Kembapi, Merauke. Agricola, 7(2):149-156.
Noor, Y.R., Khazali, M., dan Suryadiputra, I.N.N. 2006. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetland International Indonesia Programme dan Ditjen PHKA. Bogor.
Nurdin, J., Supriatna, J., Patria, M.P. dan A., dan B. 2009. The Potential Edible Bivalvia And Its Diversity In The Coastal Waters Of South Kabung Bay. Wes Sumatra : With Special Case Of Gafrarium Tomidum. Sumatera, Indonesia.
Nybakken, J.W. 1992. Biologi Laut. Gramedia.Jakarta.
Odum, E. P. 1996. Dasar-dasar Ekologi. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Putriningtias, A., Faisal, T.M., Komariyah, S., Bahri, S., dan Akbar, H. 2019. Keanekaragaman jenis kepiting di ekosistem hutan mangrove Kuala Langsa, Kota Langsa, Aceh. Jurnal Biologi Tropis, 19(1):101-107.
Santhanam, R. 2019. Biology and Ecology of Edible Marine Gastropod Molluscs. Apple Academic Press. Inc. Waretown. NI.08758. USA.
Rangan J.K., Mahmudi M., Marsoedi., Arfiati D. 2015. Density and Habitat Preference of Telescopium telescopium (Gastropoda Potimididae) Population in Mangrove Forest of Likupang Waters, North Sulawesi, Indonesia. Journals of Biology and Environmental Science, 7(1): 292 – 301.
Resosoedarmo, R.S., Kurtadinata,K., Soegiarto, A., 1994. Pengantar Ekologi, Fakulktas Pascasarjana IKIP, Jakarta. 149 hal.
Mathius, R.S., Lantang, B., dan Maturbongs, M.R. 2018. Pengaruh Faktor Lingkungan Terhadap Keberadaan Gastropoda pada Ekosistem Mangrove di Dermaga Lantamal Kelurahan Karang Indah Distrik Merauke Kabupaten Merauke. Musamus Fisheries and Marine Journal, 1(2): 33-48.
Satria, G.G.A., Sulardiono, B., dan Purwanti, F. 2014. Kelimpahan jenis teripang di perairan terbuka dan perairan tertutup pulau Panjang Jepara, Jawa Tengah. Management of Aquatic Resources Journal (Maquares), 3(1):108-115.
Setyobudiandi, dan Isdrajad. 2010. Seri Biota Laut Gastropoda dan Bivalvia. STP Hatta: Sjahrir Banda Naira.
Sirait, M., Rahmatia, F., dan Pattulloh, P. 2018. Komparasi Indeks Keanekaragaman Dan Indeks Dominansi Fitoplankton Di Sungai Ciliwung Jakarta (Comparison Of Diversity Index And Dominant Index Of Phytoplankton At Ciliwung River Jakarta). Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 11(1):75-79.
Soegianto, A. 2012. Ilmu Lingkungan, Sarana Menuju Masyarakat Berkelanjutan, Airlangga University Press, Surabaya.
Suin, M.N. 2003. Ekologi Hewan Tanah. Bumi Aksara. Jakarta.
Susanti, L., Ardiansyah, S., dan As’ari, H. 2021. Keanekaragaman dan Pola Distribusi Gastropoda Mangrove di Teluk Pangpang Blok Jati Papak TN Alas Purwo Banyuwangi. BIOSENSE. 4(1): 33-46.
Suwignyo, S., Widigdo, B., Krisanti, M., Wardiatno, Y. 2005, Avertebrata Air. Jilid 1, Swadaya, Jakarta. 188 hal
Werdiningsih, R. 2005. Struktur komunitas kepiting di habitat mangrove, pantai Tanjung Pasir, Tanggerang, Banten. Skripsi. Institut Pertanian Bogor.
Wirakusumah, S. 2003. Dasar-dasar Ekologi Bagi Populasi dan Komunitas. UI Press. Jakarta.
Wilhm, J.L. dan Dorris, T.C. 1968. Biological Parameters for Water Quality Criteria. Bio Scientific Publication. London. 18: 477-481.
Zulkifli, H dan Setiawan, D. 2011. Struktur dan Fungsi Komunitas Makrozoobentos di perairan Sungai Musi Kawasan Pulokerto sebagai Instrumen Biomonitoring. Jurnal Natur Indonesia, 14(1): 95-99.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.