Efikasi Trichoderma Komersil Sebagai Pengendali Penyakit Layu pada Tomat Akibat Infeksi Fusarium oxysporum

  • Muhammad Adiwena Universitas Borneo Tarakan
  • Aditya Murtilaksono Universitas Borneo Tarakan
  • Saat Egra Universitas Borneo Tarakan
  • Jessie Erfrosina Universitas Borneo Tarakan

Abstract

Tomat memiliki prospek pasar yang baik dan banyak ditanam oleh petani. Kehilangan produksi tomat dapat disebabkan oleh infestasi patogen. Fusarium oxysporum adalah patogen dari golongan cendawan yang menyerang tanaman tomat. Teknik pengendalian yang dapat diterapkan bagi penyakit ini adalah pengendalian hayati yang memanfaatkan mikroorganisme seperti Trichoderma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis optimal biopestisida berbahan aktif Trichoderma dalam mengendalikan penyakit layu F. oxysporum pada tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini terdiri atas 5 perlakuan yang diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah sampel sebanyak 3 tanaman per ulangan. Perlakuannya terdiri atas B0: Kontrol, B1: 2,5 gram biopestisida merek A per tanaman, B2: 5 gram biopestisida merek A per tanaman, B3: 2,5 gram biopestisida merek B per tanaman, dan B4: 5 gram biopestisida merek B per tanaman. Data pengamatan dianalisis sidik ragam dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan biopestisida mampu menekan intensitas penyakit layu F. oxysporum hingga 62,4% (B1) dan mampu menjaga kerusakan tanaman ± 50% lebih baik dibandingkan kontrol sehingga tanaman mampu memproduksi rata – rata 6.20 jumlah total buah dengan berat buah rata – rata 50,69 gram.

References

Apriani, L., Suprapta, D.N., and Temaja, I.G.R.M. 2014. Uji Efektivitas Fungisida Alami dan Sintetis dalam Mengendalikan Penyakit Layu Fusarium pada Tanaman Tomat yang Disebabkan oleh Fusarium oxysporum F. Sp. Lycopersici. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika, 3(3): 137-147.

Ghufron, M., Nurcahyanti, S.D., and Wahyuni, W.S. 2017. Pengendalian Penyakit Layu Fusarium dengan Trichoderma sp. pada Dua Varietas Tomat. Jurnal Agroteknologi Tropika, 6(1): 29-34.

Habib, A., and Risnawati, R. 2018. Analisis Faktor–Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Buah Pepaya Impor di Kota Medan. AGRIUM: Jurnal Ilmu Pertanian, 21(2): 127-135.

Heriyanto, H. 2019. Kajian Pengendalian Penyakit Layu Fusarium oxysporum dengan Trichoderma sp. pada Tanaman Cabai. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 26(2): 26-35.

Islam, F., Priastomo, Y., Mahawati, E., Utami, N., Budiastutik, I., Hairuddin, M.C., Fatma, F., Akbar, F., Ningsih, W.I., Adiningsih, R., and Septiawati, D. 2021. Dasar-Dasar Kesehatan Lingkungan. Yayasan Kita Menulis, Medan. p. 206.

Koryati, T., Purba, D.W., Surjaningsih, D.R., Herawati, J., Sagala, D., Purba, S.R., Khairani, M., Amartani, K., Sutrisno, E., and Panggabean, N.H. 2021. Fisiologi Tumbuhan. Yayasan Kita Menulis, Medan. p. 204.
Latuconsina, H. 2019. Ekologi Perairan Tropis: Prinsip Dasar Pengelolaan Sumber Daya Hayati Perairan. UGM Press, Yogyakarta. p. 284.

Leha, E. 2019. Status Keberlanjutan Pengembangan Agribisnis Hortikultura di Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, 9(1): 190-199.

Lengkong, M., and Rante, C.S. 2019. PKM Pembuatan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dan Insektisida Botanis untuk Pengendalian Hama Tanaman Cabai di Kelurahan Kakaskasen II Kecamatan Tomohon Utara Sulawesi Utara. Techno Science Journal, 2(1): 1-5.

Mainannur, M., and Nurhayati, N. 2019. Pengujian Pupuk Hayati Agrobost dan Pemangkasan Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 4(1): 66-72.

Molina, R., Haryani, S., and Rohaya, S. 2022. Kajian Literaratur Pembuatan Produk Olahan Manisan Tomat. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 7(2): 381-385.

Pulungan, M.H., Lubis, L., Zahara, F., and Fairuzah, Z. 2014. Uji Efektifitas Trichoderma harzianum dengan Formulasi Granular Ragi untuk Mengendalikan Penyakit Jamur Akar Putih (Rigidoporus microporus (Swartz: Fr.) Van Ov) pada Tanaman Karet di Pembibitan. Agroekoteknologi, 2(2): 497-512.

Raharini, A.O., Kawuri, R., and Khalimi, K. 2012. Penggunaan Streptomyces sp. sebagai Biokontrol Penyakit Layu pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.) yang Disebabkan oleh Fusarium oxysporum f. sp. capsici. Jurnal Agrotrop, 2(2): 151-159.

Ruiu, L. 2018. Microbial Biopesticides in Agroecosystems. Agronomy, 8(11): 1-12.

Septiadi, D., and Nursan, M. 2021. Optimasi Produksi Usaha Tani sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Sayuran di Kota Mataram. Agrifo: Jurnal Agribisnis Universitas Malikussaleh, 5(2): 87-96.

Suwahyono, U. 2011. Petunjuk Praktis Penggunaan Pupuk Organik Secara Efektif & Efisien. Penebar Swadaya Grup, Jakarta Timur. p. 124.

Umboh, S.D., and Rampe, H.L. 2019. Penggunaan Fungisida Nabati dalam Pembudidayaan Tanaman Pertanian. VIVABIO: Jurnal Pengabdian Multidisiplin, 1(2): 36-46.

Wati, C., Arsi, A., Karenina, T., Riyanto, R., Nirwanto, Y., Nurcahya, I., Melani, D., Astuti, D., Septiarini, D., and Purba, S.R.F. 2021. Hama dan Penyakit Tanaman. Yayasan Kita Menulis, Medan. p. 246.

Wibowo, A. 2005. Kemampuan Strain Bakteri Antagonis terhadap Fusarium Penyebab Layu pada Tomat dalam Kolonisasi Perakaran Tomat. Jurnal Perlindungan Tanaman Indonesia, 11(2): 66-76.

Wohel, C.M., Kalay, A.M., and Talahaturuson, A. 2022. Efek Perendaman Benih dengan Pupuk Hayati Terhadap Pertumbuhan Bibit dan Serangan Penyakit Rebah Semai pada Tomat (Solanum lycopersicum). Jurnal Agroekoteknologi, 14(1): 93-107.
Published
2022-12-29
How to Cite
ADIWENA, Muhammad et al. Efikasi Trichoderma Komersil Sebagai Pengendali Penyakit Layu pada Tomat Akibat Infeksi Fusarium oxysporum. SIMBIOSA, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 72-80, dec. 2022. ISSN 2598-6007. Available at: <https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/view/4608>. Date accessed: 14 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.33373/sim-bio.v11i2.4608.
Section
Research Articles

Keywords

Biofungisida, Agens Hayati, Patogen, Tanaman