Biodiversitas Gastropoda dan Krustasea di Zona Intertidal Hutan Mangrove Estuari Sungai Musi, Sumatera Selatan
Abstract
Estuari Sungai Musi merupakan perairan semi tertutup yang dipengaruhi oleh dinamika pasang surut sehingga hanya beberapa biota khas yang mampu bertahan hidup di kawasan ini. Penelitian ini bertujuan untuk memahami tingkat biodiversitas kelompok gastropoda dan krustasea yang hidup pada zona intertidal estuari Sungai Musi. Pengambilan sampel dilakukan pada Bulan November 2021 di 5 titik stasiun pengamatan dengan metode transek kuadrat. Pengukuran kualitas perairan dilakukan meliputi suhu, pH, oksigen terlarut, dan salinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi individu total krustasea (52%) dan gastropoda (48%). Kelimpahan total tertinggi hingga terendah secara berurutan ditemukan pada stasiun 4, 5, 2, 1, dan 3. Nilai indeks keanekaragaman berkategori sedang dengan nilai 1.30 – 1.76 nilai indeks keseragaman berkisar 0.48 – 0.65, nilai indeks dominansi 0.19 – 0.30. Berdasarkan hasil PCA menunjukkan bahwa F1 terdiri dari stasiun S1, S2, S4, dan S5 dengan variabel utama suhu, salinitas, DO, pH, keanekaragaman, keseragaman, dan dominansi sedangkan F2 terdiri dari stasiun S3 dengan kelimpahan. Berdasarkan hasil penelitian ini, zona intertidal menjadi habitat yang baik untuk kedua kelompok namun lokasi habitatnya cukup berpengaruh terhadap sebarannya secara spasial.References
Appleton, C.C., Forbes, A.T., and Demetriades, N.T. 2009. The occurrence, bionomics and potential impacts of the invasive freshwater snail Tarebia granifera (Lamarck, 1822)(Gastropoda: Thiaridae) in South Africa. Zoologische Mededelingen, 83(4): 525–536.
Bharti, D.K., and Shanker, K. 2021. Environmental correlates of distribution across spatial scales in the intertidal gastropods Littoraria and Echinolittorina of the Indian coastline. Journal of Molluscan Studies, 87(1): 1-12.
Brown, M.E., Keller, J.K., and Whitcraft, C.R. 2022. Relationship of Sphaeroma quoianum to sediment characteristics and invertebrate community. Biological Invasions, 24(11): 3631-3645.
Carpenter, K.E, and Niem, V.H. 1998. The living marine resources of the western Central Pacific: 1. Seaweeds, corals, bivalves and gastropods.
Dodge-Wan, D., and Nagarajan, R. 2020. Boring of intertidal sandstones by Isopod Sphaeroma triste in NW Borneo (Sarawak, Malaysia). Journal of Coastal Research, 36(2): 238–248.
Espinosa-Díaz L.F., Zapata-Rey Y-T., Ibarra-Gutierrez K., and Bernal C.A. 2021. Spatial and temporal changes of dissolved oxygen in waters of the Pajarales complex, Ciénaga Grande de Santa Marta: Two decades of monitoring. Science of The Total Environment, 785: 147203.
Fujita, M., Suzuki, J., Sato, D., Kuwahara, Y., Yokoki, H., and Kayanne, H. 2013. Anthropogenic impacts on water quality of the lagoonal coast of Fongafale Islet, Funafuti Atoll, Tuvalu. Sustainability science, 8(3): 381–390.
Geawhari, M.A., Huff, L., Mhammdi, N., Trakadas, A., and Ammar, A. 2014. Spatial-temporal distribution of salinity and temperature in the Oued Loukkos estuary, Morocco: using vertical salinity gradient for estuary classification. SpringerPlus, 3(1): 1–9.
Van-Himbeeck, R.A.F., Huizinga, W., Roessink, I., and Peeters, E.T.H.M. 2019. Behavioral patterns of two fiddler crab species Uca rapax and Uca tangeri in a seminatural mangrove system. Zoo biology, 38(4): 343–354.
Kosari, S., Nadushan, M.R., Faremi, M.R, Khanghah K.E., Mashinchian, A. 2021. Macrobenthos as bioindicator of ecological status in the Yekshabe creek-estuary, Persian Gulf. Iranian Journal of Fisheries Sciences, 20(2): 514-528.
Krisnawati, Y., Arthana, I.W., and Dewi, A. 2018. Variasi Morfologi dan Kelimpahan Kepiting Uca spp. di Kawasan Mangrove, Tuban-Bali. Journal of Marine and Aquatic Sciences, 4(2): 236–243.
Lestari, D.A., Rozirwan, dan Melki. 2021. Struktur komunitas Moluska (Bivalvia dan Gastropoda) di Muara Musi, Sumatera Selatan. Jurnal Penelitian Sains, 23(1): 52–60.
Li, D., Ding, Y., Yuan, Y., Lloyd, H., and Zhang, Z. 2014. Female tidal mudflat crabs represent a critical food resource for migratory Red-crowned Cranes in the Yellow River Delta, China. Bird Conservation International, 24(4): 416–428.
Meijer, K.J., El-Hacen, H.M., Govers, L.L., Lavaleye, M., Piersma, T., and Olff, H. 2021. Mangrove-mudflat connectivity shapes benthic communities in a tropical intertidal system. Ecological Indicators, 130: 108030.
Mohamamad, A., Jalal, K.C.A. 2018. Macrobenthic diversity and community composition in the Pahang Estuary, Malaysia. Journal of Coastal Research, 82(1): 206–211.
Mosley, L.M., and Liss, P.S. 2019. Particle aggregation, pH changes and metal behaviour during estuarine mixing: review and integration. Marine and Freshwater Research, 71(3): 300–310.
Nguyen, D.H., Umeyama, M., and Shintani, T. 2012. Importance of geometric characteristics for salinity distribution in convergent estuaries. Journal of Hydrology, 448: 1–13.
Noman, M.A., Mamunur, R., Islam, M.S., and Hossain, M.B. 2019. Spatial and seasonal distribution of intertidal macrobenthos with their biomass and functional feeding guilds in the Naf River estuary, Bangladesh. Journal of Oceanology and Limnology, 37(3): 1010–1023.
Poutiers, J.M. 1998. Gastropods. FAO species identification guide for fishery purposes. The living marine resources of the Western Central Pacific, 1: 363–648.
Rahmania, N., Herpandi, H., and Rozirwan. 2018. Phytochemical test of mangrove Avicennia alba, Rhizopora apiculata and Sonneratia alba from Musi River Estuary, South Sumatera. BIOVALENTIA: Biological Research Journal, 4(2): 8–15.
Reis, A., Alves, A.T., Dórea, A., Beneli, T.M., Freitas T.SS., and Barros, F. 2021. Distribution and movement of the mangrove gastropod Littoraria angulifera. Estuarine, Coastal and Shelf Science, 250: 107145.
Rianta, P., Ernawati, W., Chen, G., and Chen, S. 2018. Diversity and abundance of mangrove fiddle crabs, genus Uca (Decapoda, Ocypodidae) at a mangrove in Kema, North Sulawesi, Indonesia. Acta Oceanologica Sinica, 37(12): 92–96.
Rozirwan, Melki, Apri, R., Fauziyah, Agussalim, A., Hartoni, and Iskandar, I. 2021. Assessment the macrobenthic diversity and community structure in the Musi Estuary, South Sumatra, Indonesia. Acta Ecologica Sinica, 41(4): 346–350.
Rozirwan, Fauziyah, Nugroho, R.Y., Melki, Ulqodry, T.Z., Agustriani, F., Ningsih, E.N., Putri, W.A.E., Absori, A., and Iqbal, M. 2022a. An ecological assessment of crab’s diversity among habitats of migratory birds at berbak-sembilang national park indonesia. International Journal of Conservation Science, 13(3): 961–972.
Rozirwan, Nugroho, R.Y., Hendri, M., Fauziyah, Putri, W.A.E., and Agussalim, A. 2022b. Phytochemical profile and toxicity of extracts from the leaf of Avicennia marina (Forssk.) Vierh. collected in mangrove areas affected by port activities. South African Journal of Botany, 150: 903–919.
Sen, S., and Homechaudhuri, S. 2015. Spatial distribution and population structure of fiddler crabs in an Indian Sundarban mangrove. Scientia Marina, 79(1): 79–88.
Teoh, H.W., Sasekumar, A., Ismail, M.H., and Chong, V.C. 2018. Trophic discrimination factor and the significance of mangrove litter to benthic detritivorous gastropod, Ellobium aurisjudae (Linnaeus). Journal of Sea Research, 131: 79–84.
Thiri, M., and Yang, Y. 2022. Review on Possible Factors for Outbreak of Wood Boring Isopod, Sphaeroma spp. Which Causes Destructive Impact on Mangrove Forest in China. Open Journal of Ecology, 12(3): 211–235.
Tran, T.V., Tran, D.X., Myint, S.W., Huang, C., Pham, H.V., Luu, T.H., and Vo, T.M.T. 2019. Examining spatiotemporal salinity dynamics in the Mekong River Delta using Landsat time series imagery and a spatial regression approach. Science of the total environment, 687: 1087–1097.
Xin, K., Xie, Z., Zhong, C., Sheng, N., Gao, C., and Xiao, X. 2020. Damage Caused by Sphaeroma to Mangrove Forests in Hainan, Dongzhaigang, China. Journal of Coastal Research, 36(6): 1197–1203.
Zhu, P., Wang, Y., Shi, T., Zhang, X., Huang, G., and Gong, J. 2018. Intertidal zonation affects diversity and functional potentials of bacteria in surface sediments: A case study of the Golden Bay mangrove, China. Applied Soil Ecology, 130: 159–168.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.