Aktivitas Antibakteri Escherichia coli secara In Vitro dari Isolat Bakteri Simbion Makroalga Caulerpa sp.
Abstract
Salah satu jenis makroalga hijau yang banyak ditemukan di daerah Lemukutan adalah Caulerpa sp yang dikenal dengan anggur laut. Saat ini makroalga laut menjadi target penelitian bahan alam dan bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi bakteri simbion makroalga Caulerpa sp. dan mengetahui aktivitas antibakteri. Isolasi bakteri simbion Caulerpa sp. dilakukan dengan metode tuang dan pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode cross streak. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 20 isolat bakteri dihasilkan dari media NA dan media zobell 2216E. Salah satu isolat dari 20 isolat yang dihasilkan dari kedua media yang berbeda tersebut, yaitu CRB 21 menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli dan hasil identifikasi menggunakan uji biokimia menunjukkan CRB 21 menunjukkan positif terhadap uji motilitas, uji penggunaan sitrat, Uji MR (methyl red), uji oksidasi, uji katalase dan uji oksidasi fermentatif. Berdasarkan hasil identifikasi ini, isolate bakteri CRB 21 adalah dari genus Corynebacterium. Dari pemeriksaan fitokimia, isolat CRB 21 memberikan reaksi positif terhadap saponin dan flavonoidReferences
Basir, A., dan Tarman, K. 2017. Aktivitas Antibakteri dan Antioksidan alga hijau Halimeda gracilis dari Kabupaten Kepulauan Seribu. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (JPHPI), 20 (2): 211-218.
Ginting, E., Rangian, L., Wantania, L., dan Wullur, S. 2019. Isolasi Bakteri Simbion Alga Merah dari Perairan Tongkaina Sulawesi Utara. J. Ilmiah Platax, 7 (2), 294–400.
Handika, F. 2020. Kabupaten Bengkayang dalam Angka. Badan Pusat Statistik : Kabupaten Bengkayang.
Kartikasari, N., dan Purwestri, Y.A. 2021. Kemampuan Antibakteri Senyawa Metabolit Sekunder Bakteri Endofit Tanaman Purwoceng terhadap Escherechia coli. J. Ilmu Hayat. 5 (1): 17-24.
Manongko, P., Sangi, M., dan Momuat, L. 2020. Uji Senyawa Fitokimia dan Aktivitas Antioksidan Tanaman Patah Tulang (Euphorbia tirucalli L). Jurnal MIPA, 9 (2), 64–69.
Mardiyah, U., Fasya, G.A., Begum, F., Amalia, S. 2014. Ekstraksi, uji aktivitas antioksidan dan identifikasi golongan senyawa aktif alga merah Eucheuma spinosum dari perairan Banyuwangi. Alchemy, 3 (1): 9-46
Marfuah, Ardiningsih, P., dan Jayuska, A. 2017. Aktifitas Antibakteri dari Isolat Bakteri Endofit B.E2 Daun Tanaman Sukun (Artocarpus altilis) terhadap S. typhimurium dan S. aureus. J. Kimia Khatulistiwa, 8 (1), 79–85.
Oktafiyanto, M.F, Munif A, Mutaqin, K.H., 2018. Aktivitas Antagonis Bakteri Endofit asal Mangrove terhadap Ralstonia solanacearum dan Meloidogyne s pp. Fitopatologi Indonesia 14 (1) : 23 - 29.
Pratiwi, B. 2015. Isolasi dan Skrinning Fitokimia Bakteri Simbion dari Daun Rambutan (Nephelium lappaceum L.) yang Berpotensi sebagai Antibakteri. (Skripsi). Program Studi Farmasi, Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Purwati, S., Sonja, V., dan Samsurianto. 2015. Skrining Fitokimia Daun Saliara (Lantana camara L.) sebagai Pestisida Nabati Penekan Hama dan Insidensi Penyakit pada Tanaman Hortikultura di Kalimantan Timur. Prosiding Seminar Nasional Kimia, 158–173.
Rahmayanti, S., Massinay, W., dan Mashoreng, S. 2019. Kepadatan Bakteri Simbion Rumput Laut (Eucheuma spinosum) yang berasal dari Perairan Puntondo, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan, VI. Universitas Hasanuddin, Makassar, 21 Juni 2019. pp 309-314
Ridhowati, S., dan Asanai. 2016. Potensi Anggur Laut Kelompok C. racemosa sebagai Kandidat Sumber Pangan Fungsional Indonesia. Oseana, XLI (4): 50–62.
Saputri, Andiani, U., Purnamayati, L., dan Angga, A.D. 2017. Aktivitas Antibakteri Anggur Laut (Caulerpa lentillifera) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. J. Ilmu Dan Teknologi Perikanan, 1 (1) : 15–20.
Sofiana, M.S.J., Safitri, I., Helena, S., and Warsidah., 2021. Phytochemical Screening, Total Penolic Content and Antioksidant Activity of Tropical Brown Macroalgae (Padina pavonica Hauck) from Kabung, J. Fish. Sci. Technol, 17 (1) : 32–36.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.