Similaritas Morfometrik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer) Hasil Persilangan Strain Australia Dan Strain Lokal Generasi BC1F1 dan BC2F1
Abstract
Ikan Kakap putih hibrida yang diteliti merupakan hasil persilangan antara Strain Australia dan Strain Lokal, khususnya Generasi BC1F1 dan BC2F1, dengan umur pemeliharaan 7 bulan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis: (1) karakteristik morfometrik masing-masing ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1; (2) similaritas morfometrik intrapopulasi pada masing-masing kelompok ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1; serta (3) similaritas morfometrik interpopulasi ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1. Sampling dilakukan di KJA BPBL Batam dengan metode cluster random sampling. Ada 8 perbandingan karakteristik morfometrik yang diukur dan diperbandingkan antara kedua kelompok ikan, yaitu SL/TL, HL/SL, ED/HL, POL/HL, PDL/SL, PPL/SL, PAL/SL, dan PVL/SL. Similaritas morfometrik antara kedua kelompok ikan dianalisis dengan Analisis Cluster Observasi. Dari hasil penelitian, didapatkan hasil sebagai berikut: (1) nilai rata-rata rasio karakteristik morfometrik ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1 tidak berbeda jauh; (2) similaritas morfometrik intrapopulasi ikan Generasi BC1F1 secara keseluruhan adalah 28.59 %, sedangkan Generasi BC2F1 adalah 36.26 %; dan (3) similaritas morfometri interpopulasi ikan Generasi BC1F1 dan BC2F1 secara keseluruhan adalah 33.36 %.References
Badan Standardisasi Nasional. 2014. Standar Nasional Indonesia (SNI) 6145.3: 2014 tentang Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer, Bloch 1790), Bagian 3: Produksi Induk. Jakarta, 8 hal.
Baur, H. and Leuenberger, C. 2011. Analysis of Ratios in Multivariate Morphometry. Systematic Biology, 60(6): 813-825.
Etikan, I and Bala, K. 2017. Sampling and Sampling Methods. Biometrics & Biostatistics International Journal, 5(6): 1-3.
Hussain, S. and Jawad, L.A. 2014. First Records of Opisthognathus muscatensis Boulenger, 1888 (Opisthognathidae), Trachinotus baillonii (Lacepède, 1801) (Carangidae), and Atrobucca nibe (Jordan & Thompson, 1911) (Sciaenidae) off the Iraq Coast, Arabian Gulf. International Journal of Marine Science, 4(28): 253–258.
Iriawan, N. dan Astuti, S. P. 2006. Mengolah Data Statistik dengan Mudah Menggunakan Minitab 14 Edisi I. C.V. Andi Offset, Yogyakarta, 470 hal.
Irmawati, I., Tassakka, A. C. M. A., Alimuddin, A., Nadiarti, N., Husain, A. A. A., Umar, M. T., dan Parawansa, B. S. 2020. Identifikasi Stok Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch, 1790) Menggunakan Karakter Morfometrik. Jurnal IPTEKS Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, 7(13): 20-34.
Julita, N. 2006. Ciri Morfometrik, Meristik, dan Pertumbuhan Ikan Kakap Laut Dalam (Panakol Bedug) Aprion virescens Valenciennes di Perairan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Skripsi). Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Kurniasih, T. dan Gustiano, R. 2007. Hibridisasi Sebagai Alternatif untuk Penyediaan Ikan Unggul. Media Akuakultur, 2(1): 173–176.
Kusumaningrum, R.C., Alfiatunnisa, N., Murwantoko, dan Setyobudi, E. 2011. Karakter Morfometrik dan Meristik Ikan Layang (Decapterus macrosoma Bleeker, 1851) di Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Jurnal Perikanan, 23(1): 1-7.
Kusumawati, D., dan Ismi, S. 2014. Karakter Fenotip dan Genotip Kerapu Hibrid Cantik (Epinephelus fuscoguttatus X Epinephelus polyphekadion) dengan Populasi Asal. Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur 2014: 729-740.
Omar, S.B.A. 2011. Iktiologi. Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Makassar, 172 hal.
Parawansa, B.S., Tassakka, A.C.M.A., dan Larekeng, S.H. 2021. Keragaman Genetik Ikan Kakap Putih (Lates calcarifer Bloch, 1790) Tipe Liar dan Domestikasi Menggunakan Metode Random Amplified Polymorphic DNA (RAPD). JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 5(1): 99-105.
Praptiwi, D. 2010. Pembentukan dan Seleksi F1 Padi Ciherang-Pandan Wangi dan Fatmawati-Mentik Wangi Menggunakan Marka Aromatik. (Skripsi). Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Departemen Biokimia. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Puspita, L., Apriliyana, N., Notowinarto, dan Dikrurahman. 2022. Similaritas Morfometrik Ikan Bawal Bintang Sirip Panjang (Trachinotus blochii) dan Bawal Bintang Hibrida Varietas Sirip Panjang-Sirip Pendek. Simbiosa, 11(1): 48-60.
Rahardjo, M.F., Sjafei, D.S., Affandi, R., dan Sulistiono. 2011. Iktiology. Penerbit Lubuk Agung. Bandung, 396 hal.
Ruiyana, Anadi, L., dan Nadia, L.O.A.R. 2016. Studi Morfometrik Ikan Kuweh (Caranx sexfaciatus) di perairan Desa Bajo Indah Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe. Jurnal Manajemen Sumber Daya Perairan, 1 (4): 391–403.
Sari, LD, Fadjar, M., Widodo, MS, dan Valen, FS. 2020. Analisis Pertumbuhan Ikan Bass Asia (Lates calcarifer Bloch 1790) Berdasarkan Morfometrik di BPBAP Situbondo Jawa Timur. Akuakultur, Akuarium, Konservasi & Perundang-Undangan, 13 (5), 2445-2451.
Widiyanto, I.N. 2008. Kajian Pola Pertumbuhan dan Ciri Morfometrik-Meristik Beberapa Spesies Ikan Layur (Superfamili Trichiuroidea) di Perairan Palabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat. (Skripsi), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Jurusan Manajemen Sumberdaya Perairan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Yustiati, A., Bangkit, I.B., Zidni, I., dan Syamsudin, A. 2018. Rekayasa Genetik Ikan Nila. UNPAD Press. Bandung, 111 hal.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.