Kemampuan Berpikir Kritis Menggunakan Pembelajaran PjBL Berbasis STEAM di SMP N 14 Kota Bengkulu
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis STEAM pada pembelajaran IPA di SMP Negeri 14 kota Bengkulu. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 14 Kota Bengkulu. Teknik pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan total sampling sebanyak 62 orang dari 3 kelas yang terdiri dari kelas VIII.1 berjumlah 32 siswa siswa dan V III.4 berjumlah 30 siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes essay untuk mengukur kemampuan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan uji ANAVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan kemampuan berpikir kritis menggunakan model pembelajaran PjBL berbasis STEAM. Pembelajaran PjBL berbasis STEAM lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan konvensional.References
Annisa, R., Effendi, M.H., dan Damris, D. 2019. Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa Dengan Menggunakan Model Project Based Learning Berbasis Steam (Science, Technology, Engineering, Arts dan Mathematic) Pada Materi Asam dan Basa di SMAN 11 Kota Jambi. Journal of The Indonesian Society of Integrated Chemistry, 10(2): 14–22.
Ardianti, S.D., Pratiwi, I.A., Kanzunnudin, M. 2017. Implementasi Project Based Learnng (PjBL) Berpendekatan Science Edutainment Terhadap Kreativitas Peserta Didik. Jurnal Refleksi Edukatika, 7(2): 146-150.
Fitriyah, A., dan Rahmadani, S.D. 2021. Pengaruh Pembelajaran STEAM berbasis PjBL terhadap kemampuan berpikir kreatif dan berpikir kritis. Jurnal Inspirasi Pendidikan, 10(1): 209-226.
Furmanti, T, dan Hasan, R. 2019. Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Kemampuan Berpikir Kritis, Motivasi dan Keaktifan Siswa di SMP N 5 Seluma. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Entrepreneurship VI Tahun 2019. Program Strudi Pendidikan Biologi, Universitas PGRI Semarang. hal 1–9.
Irwandi. 2020. Strategi Pembelajaran Biologi Lesson Study, Literasi Sains dan Blended Learning. Pustaka Reka Cipta. Bandung.
Jauhariyah, F.R., Suwono, H., dan Ibrohim. 2017. Science, Technology, Engineering, and Mathematics Project Based Learning (STEM-PjBL) pada Pembelajaran Sains. Pros. Seminar Pend. IPA Pascasarjana UM, 2: hal. 432–436.
Lestari, W. M., Ashari, A., dan Ngazizah, N. 2021. Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Peningkatan Motivasi Belajar dan Kemampuan Berfikir Kritis . Jurnal Pendidikan Dasar, 2(2): 93-105
Melda, E., Kashardi, dan Hidayat, T. 2019. Kemampuan Kognitif Belajar Siswa dengan menggunakan Model Pembelajaran Inkuiri dan Project Based Learning SMPN 5 Seluma. Prosiding Semnas Sains & Enterpreneuship VI. 1(1): 1–10.
Mu`minah I.H., dan Suryaningsih, Y. 2020. Implementasi STEAM Dalam Pembelajaran Abad 21. Jurnal Bio Education. 5(1): 65-73.
Nuryanti, L., Zubaidah, S., dan Diantoro, M. 2019. Analisis Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMP. Jurnal Pendidikan. 3(2): 155-158.
Priantari, I., Prafitasari, A. N., Kusumawardhani, D. R., dan Susanti, S. 2020. Improving Student Critical Thinking trough STEAM-PjBL Learning. Bioeducation Journal. 4(2): 95–103.
Rochmawati, L. 2014. Perbedaan Pengaruh Model E-Learning dan Konvensional Terhadap Hasil Belajar dan Keterampilan Praktik Menyusui Benar. Jurnal Kesehatan “Samodra Ilmu”. 5(2): 104-115.
Safrina, D. 2019. Ketrampilan DaN Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Dengan Menggunakan Model Project Based Learning (PjBL) Pada Materi Eksresi di MTSN 3 Bireuen. [Skripsi]. Prodi Pendidikan Biologi, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Darussalam, Banda Aceh.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.