Keanekaragaman Amphibia (Anura) pada Ekosistem Sekitar Waduk, Kolam, dan Sawah
Abstract
Abstrak. Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversity yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Keanekaragaman hayati terbesar salah satunya adalah amfibi. Amfibi merupakan salah satu fauna penyusun ekosistem yang dapat menjadi bioindikator kualitas lingkungan dan berperanan sangat penting bagi stabilitas lingkungan. Oleh karenanya dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keberagaman amphibi pada tiga habitat berbeda sehingga dapat dijadikan dasar dalam upaya pelestarian. Penelitian dilakukan pada malam hari dengan menggunakan metode herping dan VES pada ketiga habitat yang berbeda (waduk, kolam, sawah) dan ditemukan 9 spesies yang berasal dari 5 famili. Data yang diperoleh kemudian dianalisis deskriptif kuantitatif menggunakan software PAST 4.09 dengan indeks Shannon, Margalef, Evenness, dan UPGMA untuk mengetahui keanekaragaman, kekayaan jenis, kemerataan, dan kesamaan data. Pada penelitian ini diketahui bahwa habitat waduk dan kolam memiliki lebih banyak kesamaan daripada habitat sawah. Selain itu ketiga habitat memiliki nilai keanekaragaman sedang. Kemudian nilai kekayaan jenis dan kemerataan sedang terjadi pada habitat kolam, sedangkan nilai kekayaan jenis dan kemerataan yang rendah terjadi pada habitat waduk dan sawah.References
Alhadi. F., Kaprawi, F., Hamidy, A., dan Kirschey, T. 2021. Amfibi Pulau Jawa Panduan Bergambar dan Identifikasi. Jakarta: Perkumpulan Amfibi Reptil Sumatra (ARS/NABU).
Andreansyah, Nasihini, I., dan Karyaningsih, I. 2018. Keanekaragaman Jenis Amfibi (Ordo Anura) di Wisata Alam Pasir Batang Taman Nasional Gunung Ciremai. Wanaraksa, 12(2).
Crump ML and Scott Jr NJ. 1994. Visual Encounter Surveys in Measuring dan Monitoring Biological Diversity Standard Methods for Amphibians. Smithsonian Institution Press. Washington.
Drayer A.N, Richer SC. 2016. Physical Wetland Characteristics Influence Amphibian Community Composition In Constructed Wetlands. Ecological Engineering, 93:166-174.
Eprilurahman, R. 2007. Frogs and Toads of Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia. Poster session on International Seminar of Biology 2007. Advances in Biological Science: Contribution Towards A Better Human Prosperity, September 7th – 8th, 2007. Yogyakarta.
Eprilurahman, R., dan Kusuma, K. I. 2011. Amfibi dan Reptil di Lereng Selatan Gunung Api Merapi Sebelum Erupsi 2010. Jurnal Berkala Ilmiah Biologi, 10 (1):1-8.
Ginting, T. J. B., Kardhinata, E. H., dan Amirul H. M. Z. N. 2020. Jenis-Jenis Anura di Deleng Ketaruman, Desa Bukum,Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. Jurnal Ilmiah Biologi UMA (JIBIOMA), 2(1): 61-68.
Goin, C.J., Goin, O.B., and Zug, G.R. 1978. Introduction to Herpetology. W.H. Freeman and Company. San Francisco.
Green, S. B., Salkind, N. J. and Akey, T. M. 1997. Using SPSS for Windows. Prentice Hall Inc. New Jarsey.
Heyer, W. Ronald, Donnelly, Maureen A., McDiarmid, Roy W., Hayek, Lee-Ann C., and Foster, Mercedes S. 1994. Measuring and Monitoring Biological Diversity, Standard Methods for Amphibians. Smithsonian Institution Press Washington and London. Hlm 60-66, 84-92.
Iskandar, D. T. 1998. Seri Panduan Lapangan Amfibi Jawa dan Bali. Buku.Puslitbang Biologi LIPI. Bogor. 146 hlm.
Ismaini, L., Masfiro, L., Rustandi., & Dadang, S. 2015. Analisis komposisi dan keanekaragaman tumbuhan di Gunung Dempo, Sumatera Selatan. Paper presented at the Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, Indonesia. Retrieved from https://www.researchgate.net/publication/300559086_Analisis_komposisi_dan_keanekaragaman_tumbuhan_di_Gunung_Dempo_Sumatera_Selatan.
Kamsi, M. 2017. Survei Amfibi Reptilia Di Provinsi Aceh, Pulau Sumatera. Prosiding Seminar Nasional Biotik, 5(1): 21-25.
Krebs, C. J. 1989. Ecology The Experiment Analysis of Distribution and Abundance. Harper and Row Publisher. New York.
Kusrini MD. 2013. Panduan Bergambar Identifikasi Amfibi Jawa Barat. Bogor: Fakultas Kehutanan IPB.
Kusumaningsari, S. D., Boedi, H., dan Ruswahyuni. 2015. Kemelimpahan Hewan Makrobentos Pada Dua Umur Tanam Rhizophora sp. Di Kelurahan Mangunharjo, Semarang. Diponegoro Journal Of Maquares. 4 (2): 58-64.
Mistar, Siska H, Akhmad JS, Gabriella F. (2017). Buku Panduan Lapangan Amfibi dan Reptil Kawasan Hutan Batang Toru. Medan: Yayasan Ekosistem Lestari.
Nilawati, T. S., Hernawati, H., and Taufik, R. A. (2019). Habitat and Population Characteristics of The Endemic Java Tree Frog (Rhacophorus Margaritifer) In Ranca Upas, West Java, Indonesia. Biodiversitas. 20(6): 1644-1649.
Pough, F.H., R.M. Andrew, J.E. Cadle, M.L. Crump, A.H. Savitzky, and K.D. Wells. 1998. Herpetology. Prentice-Hall, Inc. Upper Saddle River, New Jersey.
Primack, R.B., J. Supriatna, M. Indrawan, dan P. Kramadibrata, 1998. Biologi Konservasi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Qurniawan, T.F., Addien, F.U., Eprilurahman, R., dan Trijoko. 2002. Eksplorasi Keberagaman Herpetofauna di Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta. Jurnal Teknosains, 1(22): 71-143.
Qurniawan, T.F., dan R. Eprilurahman. 2013. Keanekaragaman Jenis Amfibi dan Reptil Gumuk Pasir Daerah Istimewa Yogyakarta. Zoo Indonesia, 22 (3): 8-15.
Rofiq, M. A., Usman, dan Wahyuni, I. 2021. Keanekaragaman Amfibi (Ordo Anura) Berdasarkan Tipe Habitat Di Taman Wisata Alam Pulau Sangiang. Prosiding Semnas Biologi ke-9. Universitas Negeri Semarang.
Sardi. M., Erianto, Siahaan, S. 2014. Keanekaragaman Herpetofauna di Resort Bukit Baka Bukit Raya Kabupaten Sintang Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari. 2(1):126-133.
Setiawan, D., Yustian, I. dan Prasetyo, C.Y. 2016. Studi Pendahuluan: Inventarisasi Amfibi di Kawasan Hutan Lindung Bukit Cogong II. Jurnal Penelitian Sains. 18 (2): 55-58.
Sneath P. H. A. and Sokal, R. R. (1973). Numerical Taxonomy. San Franncisco: Freeman.
Supriatna, J. 2008. Melestarikan Alam Indonesia.Yayasan Obor Indonesia, Jakarta.
Stebbins RC dan Cohen NW. 1997. A Natural History of Amphibians. New Jersey, Princeton Univ. Press. Page 316.
Utari, S. N,. Kusrini, M. D., dan Haneda, D. N. F. 2020. Potensi Kodok Buduk (Duttaphrynus melanostictus Schneider 1799) Sebagai Pengendali Alami Hama di Daerah Urban. Media Konservasi, 25(1): 10-16.
Yani, A., & Said, S. (2015). Keanekaragaman Jenis Amfibi Ordo Anura di Kawasan Hutan Lindung Gunung Semahung Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Jurnal Hutan Lestari, 3(1): 15-20.
Yudha, D. S., Eprilurahman, R., Andryani, dan Trijoko. 2013. Keanekaragaman Jenis Katak dan Kodok di Sungai Code Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Berkala Ilmiah Biologi, 10 (1): 17-25.
Yudha, D. S., Eprilurahman, R., Asti, H. A., Azhar, H., Wisudhaningrum, N., Lestari, P., Markhamah, S., dan Sujadi, I. 2019. Keanekaragaman katak dan kodok (Amphibia: Anura)di Suaka Margasatwa Paliyan, Gunungkidul, Yogyakarta. Jurnal Biologi Udayana, 23(1): 59-67.
Yudha, D. S., Eprilurahman, R., Muhtianda, I, A., Ekarini, D, F., dan Ningsih, O, C. 2015. Keanekaragaman Spesies Amfibi dan Reptil di Kawasan Suaka Margasatwa Sermo Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal MIPA, 38(1): 7-12.
Yudha, D. S., Eprilurahman, R., Trijoko, Alawi, M, F., dan Tarekat, A. 2014. Keanekaragaman Jenis Katak dan Kodok di Sepanjang Sungai Opak Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Biologi, 18 (2): 52-59.
Zug, G.R. 1993. Herpetology: An Introductory Biology of Amphibians and Reptiles. Academic Press, Inc. San Diego, California.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.