Pola Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates Calcarifer) Hasil Persilangan Strain Australia dan Strain Lokal di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pertumbuhan ikan Kakap Putih hasil persilangan antara strain Australia dan strain lokal generasi hibrida BC1F1 dan BC2F1 yang dibudidayakan di Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian observasi. Objek penelitian yang diobservasi adalah ikan kakap Putih hibrida generasi BC1F1 dan BC2F1. Populasi penelitian yaitu ikan kakap putih hibrida generasi BC1F1 dan BC2F1 ukuran calon induk yang dibudidayakan di BPBL Batam. Pengambilan contoh ikan dilakukan dengan metode cluster random-sampling dari Keramba Jaring Apung (KJA) BPBL Batam. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh median proporsi Panjang/Berat (L/W) ikan kakap putih hibrida generasi BC1F1 dan BC2F1 berturut-turut adalah 0,08620 mm/gram dan 0,11395 mm/gram. Nilai koefesien korelasi (r) antara variabel panjang dan berat ikan kakap putih hibrida generasi BC1F1 dan BC2F1 berturut-turut adalah 94,76% dan 67,16%. Pola pertumbuhan ikan kakap putih hibrida generasi BC1F1 adalah isometrik, dengan nilai b = 3,00; sedangkan pola pertumbuhan ikan kakap Putih BC2F1 adalah allometrik negatif, dengan nilai b = 2,83.References
Aisyah, S., Bakti, D., dan Desrita. 2017. Pola pertumbuhan dan faktor kondisi ikan lemeduk (Barbodes schwanenfeldii) di Sungai Belumai Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara. 4(1): 8–12.
Barrata, Hepi, A. Y., dan Rima, T. S. 2019. Pola Pertumbuhan Ikan Peam (Leptobarbus melanopterus) di Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu. Jurnal Protobiont, 8(1): 1–5. https://doi.org/10.26418/protobiont.v8i1.30794
Effendie, M. I. 2002. Biologi Perikanan (Ke-2). Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta. 163 hal.
Mulfizar, Muchlisin, Z. A., dan Dewiyanti, I. 2012. Hubungan panjang berat dan faktor kondisi tiga jenis ikan yang tertangkap di perairan Kuala Gigieng, Aceh Besar, Provinsi Aceh. Depik Jurnal, 1(1): 1– 9.
Prihatiningsih, P., Kamal, M. M., Kurnia, R., dan Suman, A. 2017. Hubungan Panjang-Berat, Kebiasaan Makanan, dan Reproduksi Ikan Kakap Merah (Lutjanus gibbus: Famli Lutjanidae) Di Perairan Selatan Banten. BAWAL Widya Riset Perikanan Tangkap, 9(1): 21. https://doi.org/10.15578/bawal.9.1.2017.21-32
Puspita, L., Padilla, N., Agustina, F., dan Dikrurahman. 2021. Hubungan Panjang-Berat dan Pola pertumbuhan Ikan Bawal Emas (Trachinotus sp.), Bawal Bintang (Trachinotus blochii, Lacepede), dan Bawal Hibrida di Balai Perikanan Budidaya Laut Batam. Simbiosa, 10(2): 84–94. http://dx.doi.org/10.33373/sim-bio.v10i2.3506
Radiarta, I. N., Saputra, A., Haryadi, J., Johan, O., dan Prihadi, T. H. 2006. Pemilihan Lokasi Budidaya dalam Keramba Jaring Apung Menggunakan Analisis Multi Kriteria dan Sistem Informasi Geografis Di Teluk Kapontori, Sulawesi Tenggara. Jurnal Riset Akuakultur, 1(3): 337–348.
Razi, A., dan Noori, A. 2018. Length-weight, Condition factor and gonadosomatic index of blackspot snapper Lutjanus fulviflamma (Forsskal, 1775) (Perciformes: Lutjanidae) in the northern Persian Gulf. International Journal of Aquatic Biology, 6(2): 66–74.
Ridho, M., dan Patriono, E. 2016. Aspek Reproduksi Ikan Kakap putih (Lates Calcarifer Block) di Perairan Terusan dalam Kawasan Taman Nasional Sembilang Pesisir Kabupaten Banyuasin. Jurnal Penelitian Sains, 18(1): 168427.
Shinkafi, B.A., Ukoha, L.N., dan Tukur, N.A. 2013. Some Aspects of growth and reproduction in the Nile Perch (Lates niloticus, Linne 1762) From River Rima, North-western Nigeria. Nigerian Journal of Fisheries and Aquaculture, 1(1): 31–41.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.