Kelimpahan, Keanekaragaman dan Dominansi Serangga di Lahan Perkebunan Bawang Putih (Allium sativum L.) di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut
Abstract
Serangga memiliki fungsi ekologi sebagai penyeimbang ekosistem serta dapat menjadi penyebab berkurangnya kualitas serta kuantitas suatu tanaman. Banyak faktor yang menjadi permasalahan atas rendahnya produktivitas bawang putih (Allium sativum L.) diantarannya disebabkan oleh organisme penganggu tanaman (OPT) salah satunya hama. Tujuan Penelitian adalah untuk mengkaji indeks kelimpahan, keanekaragaman jenis dan dominansi serangga pada tanaman bawang putih di Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Metode menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik pemasangan perangkap yellow trap selama 8 minggu dengan waktu pemasangan 7x24 jam dengan jumlah 9 buah perangkap. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai bulan Mei 2023. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada perangkap yellow trap serangga yang memiliki nilai kelimpahan tertinggi adalah Bactocera cerambolae berjumlah 7.838 ekor dengan nilai indeks kelimpahan 48,69% (taksa dominan). Indeks keanekaragaman serangga pada yellow trap H’ = 0,9975 (keanekaragaman rendah) dengan nilai dominansi 0,3942 (dominansi rendah).References
Borror, D.J., Triplehorn, C.A., dan Johnson, N,F. 1996. Pengenalan Pelajaran Serangga. Diterjemahkan oleh Soetiyono Partosoedjono. Universitas Gajah Mada Press, Yogyakarta.
Budiman, D., dan Harahap, I. S. 2020. Keefektifan tiga jenis perangkap serangga untuk deteksi serangga hama gudang yang menyerang bungkil kopra. Jurnal Entomologi Indonesia, 17(1): 1-11. https://doi.org/10.5994/jei.17.1.1
Campbell, N.A., Reece, J.B., Urry, L.A., Cain, M.L., Wasserman, S.A., Minorsky, P.V., dan Jackson, R.B., 2012. Biologi Jilid 2 Edisi 8 (Terjemahan oleh Damaring Tyas Wulandari), Penerbit Erlangga, Jakarta.
Food and Agriculture Organization [FAO]. 2019. Garlic-Crops (Production) http://www.fao.org.
Hidayat, O ., Sutarno, N., Suhara, dan Sunjaya,Y. 2004. Dasar-Dasar Entomologi. JICA. Jakarta.
.Jannah, M., Supeno B., dan Windarningsih M. 2021. Keragaman Predator Ulat Gerayak Jagung (Spodoptera frugiperda) selama Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L) Di Desa Ireng Lombok Barat. Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UNS, 5(1): 1134-1152.
Kaleb, R., Pasara, F., Khasanah, N. 2015. Keanekaragaman serangga musuh alami pada pertanaman bawang merah (Allium ascalonicum L) yang diaplikasi dengan bioinsektisida Beauveria bassiana (Bals.-Criv.) Vuill. J. Agroland, 22(2): 114 – 122
Krebs, C.J. 1989. Experimental Analysis of Distribution and Abundanc. Third Edition. New York.
Kristaga, Z.C.J., Sutoyo, dan Agastya, I.M.I. 2020. Kelimpahan Serangga Musuh Alami dan Serangga Hama Pada Ekosistem Tanaman Cabai Merah (Capsicum annum L .) Pada Fase Vegetatif di Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 20(3): 230–236.
Odum, E.P. 1993. Dasar-dasar ekologi. (Terjemahan: Tjahjono Samingan). UGM Press Yogyakarta. 696 hal.
Pramudi, M.I., Puspitarini, R.D., dan Rahardjo, B.T. 2013. Keanekaragaman dan kekerabatan lalat buah (Diptera: Tephritidae) di Kalimantan Selatan berdasarkan karakter morfologi dan molekular (RAPD-PCR dan Sekuensing DNA). Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 13(2): 192–202.
Price. (1975). Insect Ecology. John Wiley and Sons.
Ratnasari, 2015. Kelimpahan dan Keanekaragaman Arthropoda di Hutan Cagar Alam Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. (Skripsi), Universitas Pasundan, Bandung.
Sembiring, A. K. 2020. Numerous and Differences of Macrofauna in the Sultan Syarif Hasyim City Forest Park. Jurnal Ilmiah Pertanian. 16(2): 100–107.
Shannon, C. E., and Weaver, W. 1949. The mathematical theory of communication., (The University of Illinois Press: Urbana, IL, USA).
Sulfiani., Aminah, S., Septiani, T., dan Nurcaya. 2021. Inventarisasi musuh alami tanaman padi dengan sistem pertanaman refugia. J. Ilm. Agrotani. 3(2): 2019–2022.
[UN Comtrade] United Nations Commodity Trade Statistics Database. 2019. Garlic/Fresh Chilled. https://comtrade.un.org.
Valinta, S., Rizal, S., dan Mutiara, D. 2021. Morfologi jenis-jenis serangga pada tanaman padi (Oryza Sativa) di Desa Perangai. Indobiosains, 3(1): 26–30.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.