Keanekaragaman Ikan Gelodok (Famili: Gobiidae) di Ekosistem Mangrove Pangkal Babu, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi
Abstract
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui keanekaragaman dan kondisi habitat ikan gelodok di hutan mangrove Pangkal Babu. Stasiun terdiri dari tiga lokasi, stasiun I ini memiliki kandungan organik yang tertinggi dan hutan mangrove yang subur dan terawat, stasiun II merupakan kawasan dataran lumpur yang pengaruh pasang surutnya terbatas karena berada didekat palang pintu air sedangkan stasiun III yang sebagian besarnya berupa hamparan tepi laut (bibir pantai) yang mana lebih terbuka dan mangrovenya dalam keadaan rusak, dengan setiap stasiun dibuat dua transek sepanjang 85m x 20m dengan 10 plot setiap transek. Sebelum penangkapan juga dilakukan pengukuran faktor lingkungan diantaranya suhu, pH, salinitas, dan jenis subrat. Penangkapan speies dilakukan dengan empat macam alat tangkap diantaranya perangkap dari peralon, pancingan sebetik, jaring, dan serokan. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan 67 individu ikan gelodok dan 3 spesies yaitu Periopthalmodon schlosseri, Boleophthalmus boddarti, dan Pseudapocryptes borneensis. Nilai indeks keanekaragaman jenis gelodok di Pangkal Babu dengan nilai H’ = 0,279-1,039 termasuk ke dalam kategori rendah (H’ < 1) hingga sedang (1≤ H’ ≤ 3). Serta nilai indeks dominansi 0,369-0,853 termasuk kategori stabil (C < 0,5) hingga mendominansi (C > 0,5).References
Amalia, P. R., dan Budijastuti, W. 2022. Morfometri Ikan Gelodok (Famili Gobiidae) Di Perairan Mangrove Wonorejo Surabaya Morphometry Of Mudskipper Fish (Family Gobiidae) In Mangrove Wonorejo Surabaya. Lentera Bio, 11(3): 457–472.
Ambeng, Fajar, A., Nurkhalisa, A., Dian, W. L., Putra, A. W., dan Agusrahman, E. P. A. 2023. Struktur Komunitas Gastropoda Pada Ekosistem Mangrove di Pulau Pannikiang. Bioma: Jurnal Biologi Makassar, 8(1): 7–15.
Asmi, W. I., Mulyaningrum, E. R., dan Dewi, L. R. 2022. Keanekaragaman Jenis Dan Kelimpahan Ikan Gelodok (Periopthalmus Sp.) di Kawasan Mangrove Pantai Kertomulyo Pati Jawa Tengah. Jurnal Impresi Indonesia, 1(2): 128–134.
Basri, M. C., Santoso, H., dan Laili, S. 2020. Kepadatan Populasi Ikan Gelodok Di Hutan Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan. Biosaintropis (Bioscience-Tropic), 5(2): 66–71. Https://Doi.Org/10.33474/E-Jbst.V5i2.251
Bayudana, B. C., Riyantini, I., Sunarto, S., dan Zallesa, S. 2022. Asosiasi dan Korelasi Makrozoobentos Dengan Kondisi Ekosistem Mangrove Di Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Buletin Oseanografi Marina, 11(3): 271–281.
Bu-Olayan, A. H., dan Thomas, B. V. 2008. Trace Metals Toxicity And Bioaccumulation In Mudskipper Periophthalmus Waltoni Koumans 1941 (Gobiidae: Perciformes). Turkish Journal Of Fisheries And Aquatic Sciences, 8(2): 215–218.
Desiani, A., Firdaus, dan Mautabti, S, I. 2016. A Reasoning Technique For Taxonomy Expert System Of Living Organisms. Prosiding Anual Research Seminar, 2(1): 272–276.
Elviana, S., dan Sunarni, S. 2018. Komposisi Dan Kelimpahan Jenis Ikan Gelodok Kaitannya Dengan Kandungan Bahan Organik Di Perairan Estuari Kabupaten Merauke. Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan, 11(2): 38. Https://Doi.Org/10.29239/J.Agrikan.11.2.38-43
Khaironizam, M., dan Norma-Rashid, Y. 2000. Distribution Of Mudskippers On The Selangor Coast. Ecology Of Klang Strait, April. 983-100-304-7
Lauren, L., dan Sumarmin, R. 2020. Decapod Inventory In Mangrove Forest Mangguang Lagoon, Pariaman City, West Sumatera. Serambi Biologi, 5(2): 79–85.
Magurran, A, E. 1998. Ecological Diversity And Measurement. Princetown University Press. Https://Link.Springer.Com/Book/10.1007/978-94-015-7358-0
Muhtadi, A., Ramadhani, S. Fi, dan Yunasfi. (2016). Identifikasi dan Tipe Habitat Ikan Gelodok (Famili: Gobiidae) di Pantai Bali Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara. Biospecies, 9(2): 1–6.
Naibaho, R, C., Samiaji, J., dan Efriyeldi. 2014. Jenis dan Kelimpahan Ikan Tembakul di Pantai Dumai Provinsi Riau. Jurnal Online Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, 1(1): 1–11.
Polgar, G., dan Crosa, G. 2009. Multivariate Characterisation Of The Habitats Of Seven Species Of Malayan Mudskippers (Gobiidae: Oxudercinae). Marine Biology, 156(7): 1475–1486. Https://Doi.Org/10.1007/S00227-009-1187-0
Pramunandar, N., Tamti, H., dan Wulandari, S. 2023. Kelimpahan Ikan Glodok (Boleophthalmus Boddarti Pallas 1770) Pada Ekosistem Mangrove di Ekowisata Lantebung Kota Makassar. Agrokompleks, 23(1): 62–91. Https://Doi.Org/10.51978/Japp.V23i1.480
Savdurin, B., Latumahina, F., dan Wattimena, C. 2023. High Biodiversity And Low Dominance In Insect Species On Marsegu Island: A Case Study. Academia Open, 8(2): 1–17. Https://Doi.Org/10.21070/Acopen.8.2023.6625
Siregar, A. S., Bakti, D., dan Zahara, F. 2014. Keanekaragaman Jenis Serangga di Berbagai Tipe Lahan Sawah. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2(4): 1640–1647.
Suke, M. 2014. Kepadatan Populasi Ikan Gelodok (Periophthalmus argentilineatus) Pada Tegakan Mangrove Desa Bulalo Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara. (Skripsi). Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Gorontalo.
Thiara, T. S. U., Asra, R., dan Adriadi, A. 2022. Keanekaragaman Dan Kelimpahan Perifiton Pada Vegetasi Tumbuhan Di Rawa Bento Sebagai Bioindikator Kualitas Air. Biospecies, 15(2): 1–10. Https://Doi.Org/10.22437/Biospecies.V15i2.14924
Wibowo, T. A. W., dan Sasri, U. D. 2023. Potensi Buah Mangrove (Bruguiera Gymnorrhiza) Dan Ikan Tembakul (Boleophthalmus Pectinirostris) Sebagai Bahan Alternatif Pembuatan Kaki Naga Ikan. Jurnal Ilmu Perikanan Dan Kelautan, 5(1): 30–45.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.