PENGARUH JENIS BAHAN PENGEMAS TERHADAP DAYA TAHAN CABAI MERAH (Capsicum annum L.) SELAMA PENYIMPANAN DINGIN
Abstract
The study was conducted over two months, from March to April 2012. This study aims to analyze the influence of type of packaging materials for durability of chilli (Capsicum annum L.) during cold storage. The method used in this study is an experimental method using a completely randomized design (CRD), which consists of four types of packaging materials, namely of chilli are packed in plastic PE, PP, PS, PS + control film with a red pepper that is stored without packaging. The parameters analyzed are severe shrinkage and the organoleptic (texture, color, aroma and overall). From the test results obtained ANAVA Fhitung value of 203,869 is greater than the value Ftabel, both at the level of 5% for 3,480 and 5,990 at 1% level. For the organoleptic value of PS + plastic film gives the highest yield in each test the texture attributes of 6,678. 6,500 color, aroma and overall 6,122 and 6,722. PP plastic gives the lowest result in each test the texture attributes of 3,156, 3,556 color, aroma and overall 3,333 and 3,300, this indicates that there is a very significant effect between the type of packaging materials for durability chili during cold storage.References
Irsal, L., Subagyono K, dan A.P. Setiyanto. 2006. Isu dan Pengelolaan Lingkungan Dalam Revitalisasi Pertanian. J Litbang Pertanian : Vol. 25, No. 3, Hal 106-114.
Kartasapoetra, A. G. 1994. Teknologi Penanganan Pascapanen. Bina Aksara. Jakarta.
Muchtadi, T. R, Sugiyono, Fitriyono, A. 2011. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan, Penerbit Alfabeta.
Muwarni, R. 2006. Tren Kemasan Praktis & Inovatif. Bul Foodreview Referensi Industri & Teknologi Pangan Indonesia : Vol. I, Ed 1 : 38.
Novita, N. 2009. Pengaruh Jenis Bahan Pengemas Terhadap Kualitas Cabai Merah (Capsicum annum L.) Segar Kemasan Selama Penyimpanan Dingin. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/4680/1/09E00284.pdf. Diunduh [Tanggal 11 Februari. Jam 14:32].
Prajnanta, F. 2004. Kiat Sukses Bertanam Cabai, Penebar Swadaya. Jakarta
Pudji, W. R. 2001. Penuntun Pratikum Penilaian Organoleptik, Jurusan Teknologi Pangan Dan Gizi, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rachmawati, R. 2009. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kandungan Vitamin C Pada Cabai Rawit Putih (Capsicum frustencens). J. Biologi XIII (2) : (36-40).
Rukmana, R. dan Y. Yuaniarsih. 2005. Penanganan Pascapanen Cabai Merah. Yogyakarta : Kanisius.
Safaryani, N. 2007. Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan Terhadap Kadar Vitamin C Brokoli (Brassica olearacaea L.). Bul Foodreview Referensi Industri & Teknologi Pangan Indonesia : Vol. XV, Ed 2 : Hal 40.
Santika, A. 2007. Agribisnis Cabai. Jakarta : Penebar Swadaya.
Sitinjak, K., T. Karo-Karo, S. Siahaan, dan A. Purba. 1993. Teknologi Pascapanen Buah-Buahan dan Sayur-Sayuran. KP-USU, Medan.
Sastrosupadi, A. 2000. Rancangan Percobaan Praktis Dalam Bidang Pertanian, Kanisius,Yogyakarta.
Sugiyono. 2011. Statistika Untuk Penelitian. Alfabeta, Bandung.
Soekarto, S. T., Musa, H. Metode Penelitian Organoleptik, Pusat Antar Universitas Pangan Dan Gizi (PAU), Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Syarief, R dan H. Halid. 1993. Teknologi Penyimpanan Pangan, Arcan, Jakarta.
Syarief, R dan A, Irawaty. 1998. Pengetahuan Bahan Untuk Industri Pertanian, Mediayatama Sarana Perkasa. Jakarta.
Wibawa, H. 2006. Tren Kemasan Praktis & Inovatif. Bul Foodreview Referensi Industri & Teknologi Pangan Indonesia : Vol. I, Ed 1 : Hal 20.
Winata, S. 2008. Beyond Beverage. Bul Foodreview Referensi Industri & Teknologi Pangan Indonesia : Vol. III, Ed 2 : Hal 13.
Winarno, F. G. 1993. Pangan Gizi, teknologi, dan konsumen, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Yousda. A. 1993. Penelitian & Statistika Pendidikan, Bumi Aksara. Jakarta.
Keywords
Dengan mengirimkan manuskrip artikel, penulis setuju dengan kebijakan ini. Tidak diperlukan penandatanganan dokumen khusus.
1. Lisensi
Penggunaan artikel yang non-komersial akan diatur oleh lisensi Atribusi Creative Commons seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
2. Jaminan Penulis
Penulis menjamin bahwa artikel tersebut asli, ditulis oleh penulis lain, belum diterbitkan sebelumnya, tidak mengandung pernyataan yang melanggar hukum, tidak melanggar hak orang lain, tunduk pada hak cipta yang dipegang secara eksklusif oleh penulis dan bebas dari setiap hak pihak ketiga, dan bahwa setiap izin tertulis yang diperlukan untuk mengutip dari sumber lain telah diperoleh oleh penulis.
3. Hak Pengguna
Jurnal Simbiosa adalah untuk menyebarluaskan artikel yang diterbitkan sebebas mungkin. Di bawah lisensi Creative Commons, Simbiosa mengizinkan pengguna untuk menyalin, mendistribusikan, menampilkan, dan melakukan pekerjaan hanya untuk tujuan non-komersial. Pengguna juga perlu mengaitkan penulis dan Jurnal Simbiosa dalam mendistribusikan karya di jurnal dan media publikasi lainnya.
4. Hak Penulis
Memegang semua hak mereka untuk karya yang diterbitkan, seperti (tetapi tidak terbatas pada) hak-hak berikut;
- Hak cipta dan hak kepemilikan lainnya yang berkaitan dengan artikel, seperti hak paten,
- Hak untuk menggunakan substansi artikel dalam karya masa depan sendiri, termasuk kuliah dan buku,
- Hak untuk mereproduksi artikel untuk keperluan sendiri,
- Hak untuk mengarsipkan diri sendiri artikel tersebut,
- Hak untuk mengadakan perjanjian kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi artikel yang diterbitkan (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan atas publikasi awal dalam jurnal Simbiosa ini.
5. Co-Authorship
Jika artikel tersebut disusun bersama oleh lebih dari satu penulis, setiap penulis yang menyerahkan naskah waran bahwa ia telah diberi wewenang oleh semua penulis bersama untuk menyetujui hak cipta dan pemberitahuan lisensi (perjanjian) ini atas nama mereka, dan setuju untuk memberi tahu rekan penulis dari ketentuan kebijakan ini. Jurnal Simbiosa tidak akan bertanggung jawab atas apa pun yang mungkin timbul karena perselisihan internal penulis. Jurnal Simbiosa hanya akan berkomunikasi dengan penulis yang sesuai.
6. Royalti
Menjadi jurnal yang dapat diakses secara terbuka dan menyebarkan artikel secara gratis di bawah masa lisensi Creative Commons yang disebutkan, penulis menyadari bahwa Jurnal Simbiosa tidak memberikan hak royalti kepada penulis atau biaya lainnya.
7. Lain-lain
Jurnal Simbiosa akan menerbitkan artikel (atau menerbitkannya) di jurnal jika proses editorial artikel berhasil diselesaikan. Editor Simbiosa dapat memodifikasi artikel dengan gaya tanda baca, ejaan, huruf besar, referensi, dan penggunaan yang dianggap tepat. Penulis mengakui bahwa artikel tersebut dapat dipublikasikan sehingga akan dapat diakses oleh publik dan akses tersebut akan gratis bagi pembaca seperti yang disebutkan dalam poin 3.