APLIKASI KEBUTUHAN RESPIRASI OKSIGEN KERAPU BEBEK (Chromileptes altivelis) BERDASARKAN PADAT TEBAR, YANG DIPELIHARA DENGAN AERASI

  • Rahmi Rahmi Universitas Riau Kepulauan
  • Ramses Ramses Universitas Riau Kepulauan
  • R. Pramuanggit Panggih Nugroho Balai Budidaya Laut Kota Batam

Abstract

Pemeliharaan Kerapu Bebek sangat dipengaruhi oleh keadaan kualitas air, khususnya ketersediaan O2 terlarut air. Kebutuhan O2 kerapu bebek dalam budidaya yang semakin intensif perlu diketahui dan ketersediaan O2 dalam media air harus selalu optimal. Kebutuhan O2 kerapu bebek dan ketersediaan O2 dalam air dapat ditentukan dengan mengetahui laju konsumsi oksigen dan oksigen terlarut kritis.  Kadar oksigen yang terlarut di perairan alami bervariasi, tergantung pada suhu, salinitas, turbulensi air, dan tekanan atmosfer.Kegiatan perekayasaan ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan oksigen respirasi Kerapu Bebek pada berbagai ukuran berat dan untuk mengetahui pengaruh perlakuan padat tebar kerapu bebek yang dipelihara dengan aerasi air terhadap sintasan.Mekanisme/cara kerja yang digunakan dalam kegiatan perekayasaan ini untuk mengetahui kebutuhan O2  respirasi kerapu bebek yaitu dengan menggunakan wadah tertutup, kapasitas volume air 3 L dan di penuhi air. 4 perlakuan ukuran berat ikan dengan 4 tingkat ukuran berat, yaitu berkisar antara A1(0,6-1,0), A2(1,1-1,5), A3(1,6-2,0), A4(2,1-2,5) g. Sebelum diujikan kedalam wadah tertutup, masing-masing perlakuan kisaran berat ditimbang hingga mencapai berat total 10 g. Penentuan kebutuhan O2 respirasi kerapu bebek untuk melihat laju konsumsi O2 dan kadar O2 kritis kerapu bebek. Tahap berikutnya dilakukan pemeliharaan kerapu bebek dengan aerasi selama 60 hari. Padat tebar kerapu bebek terdiri dari 3 tingkat yaitu 8, 10, 30, ekor/dm3. Pengamatan dilakukan terhadap ikan dan kualitas air setiap 10 hari,dimulai pada umur 30 hari. Pengamatan ikan dilakukan terhadap jumlah yang hidup.Hasilnya  diperoleh bahwa pada perlakuan pertama A1 laju konsumsi oksigen  0,24 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,75; A2 laju konsumsi oksigen 0,18 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,88; A3 laju konsumsi oksigen 0,22 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 2,91; A4 laju konsumsi oksigen 0,11 mg O2/g/detik dan oksigen terlarut kritis 3,26. Pada pemeliharaan dengan aerasi diperoleh sintasan sebagai berikut ; padat tebar 8 ekor/L = 15%, padat tebar 10 ekor/L = 21 %, padat tebar 30 ekor/L = 32%.

References

Boyd, C.E; 1988. Water Quality in Warmwater Fish Pond. Fourth Printing. Auburn University Agricultural Experiment Station, Alabama, USA, 359 p
Brown, A.L, 1987. Freshwater Ecology. Heinemann Educational Books, London.163 p.
Hayati, M.N., 2006, Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelulushidupan dan Pertumbuhan Ikan Bawal Air Tawar (Colossoma macropomum)di Happa, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, Semarang.
Jeffries, M. and Mills, D.1996. Freshwater Ecology, Principles, and Application. John Wiley and Sons, Chicchester, UK. 285 p.
Novotny, V. and Olem, H.1994. Water Quality, Prevention, Identification, and Management of Diffuse pollution. Van Nostrans Reinhold, New York.1054 p.
Published
2013-12-08
How to Cite
RAHMI, Rahmi; RAMSES, Ramses; NUGROHO, R. Pramuanggit Panggih. APLIKASI KEBUTUHAN RESPIRASI OKSIGEN KERAPU BEBEK (Chromileptes altivelis) BERDASARKAN PADAT TEBAR, YANG DIPELIHARA DENGAN AERASI. SIMBIOSA, [S.l.], v. 2, n. 2, dec. 2013. ISSN 2598-6007. Available at: <https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/view/711>. Date accessed: 15 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.33373/sim-bio.v2i2.711.
Section
Research Articles

Keywords

Kerapu Bebek, O2 Terlarut Air, Respirasi, Sintasan