KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAWASAN LAHAN BASAH KOTA BATAM

  • Fauziah Syamsi Universitas Riau Kepulauan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman fauna burung di lahan basah Kota Batam dan mengidentifikasi status lahan basah berdasarkan keanekaragaman fauna burung yang terdapat disana. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2016 sampai Januari 2017 di Rempang dan Tg. Piayu, Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode survei dan pengamatan langsung di kawasan hutan mangrove dan sekitarnya. Pengamatan lapangan dilanjutkan analisis rekaman gambar di laboratorium. Setelah dilakukan pengamatan terhadap jenis-jenis burung di lokasi penelitian ditemukan 327 individu yang terdiri dari 7 Ordo, 12 Famili dan 23 jenis. Famili dengan jumlah individu terbanyak adalah Ardeidae yaitu sebanyak 207 individu yang terdiri dari 5 spesies. 11 spesies burung yang ditemukan di lokasi penelitian merupakan burung yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No. 7 tahun 1999. Tingkat keanekaragaman burung di dua lokasi penelitian tergolong sedang yaitu dengan nilai indeks keanekaragaman (H’) burung di Rempang adalah 2,01 dan di Tg Piayu adalah 2,33. Nilai indeks kemerataan spesies (J’) di Rempang tergolong sedang, yaitu 0,66 dan di Tg. Piayu tergolong tinggi yaitu 0,82.

References

Bibby, CJ, Burgess, ND., Hill, DA. & Mustoe, SH. 2000. Bird Census Techniques. 2nd Ed. Academic Press. Tokyo.
Djuwantono, S.Pudyatmoko, A.Setiawan, DW.Purnomo, S.Nurvianto, FY. Laksono, YCW. Kusuma. 2013. Studi keanekaragaman jenis burung terkait dengan suksesi ekologi di Suaka Margasatwa Paliyan da Hutan Pendidikan Wanagama, Kabupaten Gunung Kidul. http://lib.ugm.ac.id/digitasi/upload/2695_MU.11100001.pdf. Diakses 10 Oktober 2016.
Howes, J., D. Bakewell, dan Y. Rusila-Noor. 2003. Panduan Studi Burung Pantai. Wetlands International-Indonesia Programme. Bogor.
MacKinnon, J., K. Phillips dan B. van Ballen. 1994. Burung-burung di Sumatera, Jawa, Bali dan Kalimantan (Termasuk Sabah, Sarawak dan Brunei Darussalam) [LIPI-Seri Panduan Lapangan]. Puslitbang Biologi-LIPI. Bogor.
Primack, J.B.; J. Supriatna; M. Indrawa & P. Kramadibrata. 1998. Biologi Konservasi. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta. Rose, P.M. and D.A. Scott. 1994. Waterfowl Population Estimates. IWRB, Publication No.29. Slimbridge. U.K.: IWRB.
Rusila-Noor, Y., M. Khazali, and I.N.N Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PKA & Wetlands International-Indonesia Programme. Bogor.
Wechsler, D. & B.K. Wheeler. 2012. BirdCast: Why You Should Care: Birds as Bioindicators. http://www.birdsource.org. Diakses 12 Oktober 2016.
Junardi dan Elfidasari, D. 2006. Keragaman Burung Air di Kawasan Hutan Mangrove Peniti, Kabupaten Pontianak. Biodiversitas Vol 7 No. 1. Hal 63-66
Published
2017-10-08
How to Cite
SYAMSI, Fauziah. KEANEKARAGAMAN BURUNG DI KAWASAN LAHAN BASAH KOTA BATAM. SIMBIOSA, [S.l.], v. 6, n. 1, p. 17-30, oct. 2017. ISSN 2598-6007. Available at: <https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/simbiosajournal/article/view/973>. Date accessed: 15 feb. 2026. doi: https://doi.org/10.33373/sim-bio.v6i1.973.
Section
Research Articles

Keywords

Birds, Diversity, Wetland, Mangrove forest