FAKTOR-FAKTORYANG MEMPENGARUHI KESEJAHTERAAN HIDUP MASYARAKAT SUKU LAUT PULAU BERTAM KOTA BATAM

Meri Enita Puspita Sari, Diah Ayu Pratiwi

Abstract


Pemerintah Kota Batam telah melaksanakan berbagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup dikalangan komunitas suku laut. Berbagai program, pelatihan dan pendidikan keterampilan telah dilakukan oleh pemerintah kepada Suku Laut ini untuk meningkatkan keterampilan dasar mereka, namun program-program yang dilaksanakan masih belum mampu meningkatkan keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam kehidupan Suku Laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, metode ini digunakan untuk dapat menggambarakan dan mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakat suku laut Pulau Bertam. Berdasarakan hasil penelitian, Perubahan hidup yang dijalankan oleh masyarakat suku laut pulau Bertam mempengaruhi kualitas hidup mereka terutama kesejahteraan sosial. komunitas Suku Laut masih bergantung kepada hasil tangkapan ikan secara tradisional saja dan hidup dalam kondisi yang serba kekurangan, hal tersebut terlihat dari kualitas air yang diperoleh, rumah yang ditempati dan peralatan tangkapan ikan yang belum memadai, diaspek sosial lainnya komunitas masyarakat  Suku Laut didapati masih tidak melakukan aktivitas kemasyarakatan secara bersama antara satu sama lain. Selain faktor agama yang berbeda, masyarakat lebih banyak berkumpul dengan keluarga masing-masing dibanding berbaur dengan masyarakat lainnya yang lain. Aspek budaya juga mempengaruhi perubahan hidup masyarakat Suku laut. Hal ini terlihat dari mulai pudarnya budaya tradisi dalam hal kesenian dan generasi yang ada akan berhadapan dengan beberapa ancaman seperti kehilangan identitas Suku Laut sebagai penangkap ikan, kesulitan meneruskan kehidupan karana masyarakat mereka masih berada dalam tingkat pendidikan yang sangat rendah dan tidak mampu bersaing dalam dunia yang semakin berkembang.

Keywords


Kesejahteraan Masyarakat, Masyarakat Suku Laut, Peranan Pemerintah.

Full Text:

PDF

References


Ardiansyah, Agus Deddy. (2007). Implementasi Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Di Kota Pangkal Pinang. Skripsi. Universitas Sriwijaya. Palembang.

Badrudin, Rudy. (2012). Ekonomika Otonomi Daerah. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Swasono. 2005. Indonesia dan Doktrin Kesejahteraan Sosial Dari Klasikal Dan Neoklasikal Sampai ke The End Of Laissez-Faire. Perkumpulan Prakasa. Jakarta.

Situmorang, Husni Cahzali. (2017). Kebijakan Pemerintah kaitannya Dengan Kesejahteraan. Jurnal Social Security. Depok. Yayasan pengembangan Jaminan Sosial. Depok.

Magrabi, F.M & Y.S. Chung, S.S. Cha, S.J. Yang. (1991). The Economics of Household Consumption. New York: Praeger Publishers.

Zastrow, Charles. (2000). Introduction to Social Work and Social Welfare. United States: Brooks. Cole.

Embong, Abdul Rahman. (2005). Development and Well being. Selangor D.G., Malaysia: Malindo Printers SDN BHD.

Albert, M & Hahnel, R. (2005). Traditional Welfare Theory. dalam www.zmag.org/books/1/html .diakses pada 18 Agustus 2018.

Sembiring, S. (1993). Orang Laut di wilayah Kepulauan Riau-Lingga. Dalam Koentjaraningrat (ed.). Masyarakat terasing di Indonesia (pp.323–343). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Chou, C. (1997). Contesting the tenure of territoriality: the Orang Suku Laut. Dalam Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkendkunde, Riau in Transition, 153,(4), 605–629, Leiden.

Chou, C. (2010). The Orang Suku Laut of Riau, Indonesia: the inalienable gift of territory. London: Routledge.

Chou, C. & Wee, V. (2002). Tribality and globalization: the Orang Suku Laut and the “growth triangle” in a contested environment. Dalam G. Benjamin & C. Chou (eds.), Tribal communities in the Malay world: historical, cultural and social perspectives (pp.318–363). Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Colchester, M. (1986). Unity and diversity: Indonesian policy towards tribal peoples. The Ecologist, 16 (2/3), 89–98.

Thomas, P. (2010). House. Dalam Alan Barnard & Jonathan Spencer (eds.), Encyclopedia of social and cultural anthropology, – 2ndedition (pp. 353–357). Routledge.

Mubyarto. (1997). Riau: progress and poverty. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkendkunde. Riau in Transition, 153, (4), 542–556. Leiden.

Profil Kecamatan Belakang Padang. 2017.

Profil Kota Batam . 2017




DOI: http://dx.doi.org/10.33373/jtp.v2i2.1464

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.