ANALISIS PENGARUH ETNISITAS DALAM PENGISIAN JABATAN STRUKTURAL DI PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI: PASCA PILKADA 2017

Makmun Wahid, Haryadi Haryadi

Abstract


Bermainnya politik etnis Jawa dalam perebutan jabatan politik dan birokrasi di Kabupaten Muaro Jambi melahirkan interaksi negatif bagi etnis Jawa dan etnis-etnis lain di Kabupaten Muaro Jambi. Apa yang dilakukan oleh etnis Jawa merupakan upaya mereka untuk menunjukkan dominasinya terhadap etnis lain di Kabupaten Muaro Jambi. Dimana  sebelumnya konsep putra daerah menjadi wacana bagi proses pengisian jabatan-jabatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus dan teknik analisis data triangulasi. Dari metode yang digunakan tersebut diperoleh gambaran bagaimana kebangkitan politik etnis Jawa memberikan jalan bagi mereka untuk mendominasi jabatan politik dan jabatan birokrasi. Selain itu, pola dukungan pun akan terfragmentasi atas kesamaan identitas semata, terutama terkait kesamaan etnis. Tidak netralnya para birokrat dalam Pilkada menunjukkan bahwa partai politik di Indonesia tidak melembaga dengan baik.  Tidak heran, jika setelah Pilkada usai, hal itu memberikan dampak secara tidak langsung pada mekanisme rotasi, mutasi dan promosi jabatan-jabatan struktural di lingkup pemerintahan Kabupaten Muaro Jambi. Dimana penempatan orang yang dilakukan di dalam tubuh birokrasi akan didominasi oleh pengaruh etnis Jawa, yang kemudian pelan-pelan ‘menyingkirkan’ etnis lainnya. Jelasnya, mekanisme seperti itu cenderung lebih mengedepankan pendekatan patron klien ketimbang mengutamakan kinerja dari individu pejabat. Tulisan ini mengisyaratkan perlunya intervensi secara regulatif maupun tekhnis agar mekanisme pengisian jabatan publik di dalam birokrasi pasca Pilkada di Indonesia ke depan dapat menghasilkan elit-elit pemerintahan yang lebih berkualitas dan berintegritas. Penggunaan media digital baru menjadi tawaran bagi pembaharuan paradigma Birokrasi Pasca Pilkada.


Keywords


Birokrasi, Etnisitas, Media Digital Baru

Full Text:

PDF

References


Abdilah, U. (2002). Politik Identitas Etnis "Pergulatan Tanda Tanpa Identitas". Magelang: INDONESIATERA.

Alo Liliweri, M. (2005). Prasangka dan Konflik "Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur". Yogyakarta: LKiS.

Ardianto, dkk. (2009).Memutus Interaksi Patron-Klien di Lingkungan Perkebunan. Monograph on Politics & Government. Vol.3. No.2.

Dwiyanto, Agus. (2002). Reformasi Birokrasi Publik di Indonesia. Yogyakarta: PSKK UGM

Dwiyanto, Agus. (2003). Reformasi Tata Pemerintahan dan Otonomi Daerah. Yogyakarta: PSKK UGM

Haboddin, Muhtar (2012). Menguatnya Politik Identitas di Ranah Lokal. Jurnal Studi Pemerintahan. Vol. 3. No.1 Edisi Februari.

Jambi Ekspres. (2016). Adu Strategi di Bumi Sailun Salimbai, Libatkan Sejumlah Tokoh dan Nama Besar. 07 Oktober : hlm. 11.

Jumiarti, Titik. (2010). Peran Budaya Birokrasi dalam pengembangan Tat Kelola Pemerintahan Yang Baik. Jurnal politik. Vol.1. No 2 Edisi Oktober.

Kurniadi, dkk. (2009). Menuju Bekerjanya Tata Pemerintahan Lokal Yang Baik: Partisipasi, Transparansi, dan Akuntabilitas. Monograph on Politics & Government. Vol.3. No.1

Media Indonesia. (2018). MPR dukung Pilkada dikembalikan ke DPRD. 10 April: hlm.3.

Nordholt, H.S & Klinken, G.V. (2007). Politik Lokal di Indonesia. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. KITLV.

Priyono, AE & Hamid. (2014). Merancang Arah Baru Demokrasi. Jakarta: KPG

Putra, Heddy Shri Ahimsa. (1988). Minawang: Hubungan Patron Klien di Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Gadjah Mada Press

Thoha, M. (2002). Perspektf Perilaku Birokrasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Thoha, M. (2010). Birokrasi & Politik di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.

Thoha, M. (2011). Birokrasi Pemerintah Indonesia Di Era Reformasi. Jakarta: Kencana.

Tjokrowinoto, Moeljarto. (2001). Birokrasi dalam Polemik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar




DOI: http://dx.doi.org/10.33373/jtp.v3i2.2286

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.