KRISIS LEGITIMASI TERHADAP PEMERINTAHAN JUNTA MILITER DI MYANMAR

Hanifahturahmi Hanifahturahmi, Ahmad Saudi, A’ang Chaarnaillan

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis legitimasi yang terjadi di Myanmar terhadap pemerintahan Junta militer. Permasalahan dalam penelitian dianalisis menggunakan teori legitimasi dan konsep-konsep demokrasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan berbagai data dan informasi yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa krisis legitimasi terhadap pemerintahan Junta militer di Myanmar dapat ditinjau melalui kudeta pertama yang telah dilakukan oleh Junta Militer terhadap pemerintahan sipil di Myanmar hingga kudeta ketiga yang belum lama ini terjadi. Kudeta merupakan langkah militer untuk mempertahankan keberlanjutan kekuasaannya di Myanmar agar tetap eksis dan memiliki pengaruh di dalam politik dan pemerintahan Myanmar. Namun dalam upaya untuk mempertahankan keberlanjutan kekuasaannya, Junta militer mengabaikan nilai-nilai dan prinsip demokrasi dimana rakyat juga berhak menentukan, memilih dan mendukung berkuasanya pemerintahan sipil yang menang di dalam pemilu. Pengambil alihan kekuasaan pemerintahan yang dilakukan Junta militer melalui kudeta mendapat penolakan dan protes hingga perlawanan dari masyarakat Myanmar. Berbagai respon dari masyarakat internasional juga bermunculan untuk menentang legitimasi pemerintahan Junta Militer di Myanmar karena kudeta tersebut dianggap sebagai pelanggaran serius terhadap Hak Asasi Manusia dan menyebabkan banyaknya korban jiwa.


Keywords


Legitimasi; Keberlanjutan Kekuasaan; Militer.

Full Text:

PDF

References


Ambarwati. (2021). Kultur Militerisme di Myanmar. Perspektif, 18 (2): 01–20.

CNN Indonesia. (2021). Aktivis Kuak Lebohh dari 1000 Orang Tewas Sejak Kudeta Myanmar. Diunduh di https://www.cnnindonesia.com/internasional/20210818142540-106-681931/aktivis-kuak-lebih-dari-1000-orang-tewas-sejak-kudeta-myanmar tanggal 24 Januari 2022

dw.com. (2021a). 100 Hari Kudeta Militer Myanmar: Misi ASEAN Tumpul. Perlawanan terhadap Rezim Meluas. Diunduh di https://www.dw.com/id/kudeta-militer-myanmar-misi-asean-tumpul-perlawanan-terhadap-rezim-meluas/a-57503947 tanggal 27 Februari 2022

dw.com. (2021b). Terapkan Sanksi Baru, UE Ingin Desak Junta Militer di Myanmar Berunding Akhiri Kekerasan. Diunduh di https://www.dw.com/id/sanksi-baru-ue-untuk-myanmar-akan-paksa-junta-berunding/a-57259395 tanggal 03 Maret 2022

dw.com. (2022). Setahun Setelah Kudeta, Nasib Myanmar Semakin Tidak Menentu. Diunduh di https://www.dw.com/id/setahun-kudeta-nasib-myanmar-semakin-tidak-menentu/a-60612674 tanggal 27 Februari 2022

Heywood, A. (2014). Politik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Iqbal, F. M., & Dwiprigitaningtias, I. (2021). Kudeta Militer Myanmar dalam Perspektif Hukum Internasional. Jurnal Dialektika Hukum, 3 (1) : 113-129

kompas.com. (2021). Awal Mula Kerusuhan Myanmar: Dipicu Kudeta, Militer Berkuasa. Diunduh di https://www.kompas.com/global/read/2021/09/17/162024770/awal-mula-kerusuhan-myanmar-dipicu-kudeta-militer-berkuasa?page=all tanggal 21 Januari 2022

Ramadhan, Z., & Mabrurah. (2021). Pengaruh Prinsip Non-Intervensi ASEAN terhadap Upaya Negosiasi Indonesia Dalam Menangani Konflik Kudeta Myanmar. Global Political Studies Journal, 5 (2): 126-142.

Rousseau, J. J. (1968). The Social Contract And Discourses. London: Everyone’s Library.

Roza, R. (2021). Kudeta Militer di Myanmar: Ujian Bagi ASEAN. Info Singkat Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, 13 (4): 7–12.

Surbakti, R. (2010). Memahami Ilmu Politik. Jakarta: Grasindo.

Tjarsono, I. (2009). Aristo Demokrasi Solusi Masalah Bangsa (Tinjauan Filosofis) dalam Paradigma freedom of Speech. Jurnal Transnasional, 1 (1).

Wahono. (2005). Kebertahanan Pemerintahan Junta Militer Myanmar Menghadapi Oposisi, Tekanan Asing, dan Gerakan-Gerakan Perlawanan. Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.




DOI: https://doi.org/10.33373/jtp.v6i1.3963

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.