GENDER, POLITIK DAN AGAMA

Dendi Sutarto

Abstract


Muhammadiyah is the largest religious social movement in Indonesia, based in Yogyakarta, Yogyakarta. The organization was founded on 8 Dhu al-Hijjah 1330 H or November 18, 1912 in Yogyakarta by KHAhmad Dahlan, the movement known as the Islamic purification movement " amal ma’ruf nahi munkar ", but what counts Muhammadiyah became the basis of religion in the construction and reproduction root doctrine on value socio-cultural-value in the relationship between men and women as well as a political legitimacy on gender inequality in Muhammadiyah. This research is a field research, using methods kualitatfi with the sociological approach-fenomenolis reinforced by some theoretical analysis of Antonio Gramsci with terminology hegemony, Michel Foucult, with power relations the history of sexuality and assisted by other theories one structural functionalism. From the findings of this study that gender inequality and the strong role of religion as a value in the process of construction and reproduction of gender in the Muhammadiyah movement.

 Keywords: religion, gender, politics, construction, muhammadiyah


Muhammadiyah merupakan gerakan sosial keagamaan yang terbesar di Indonesia, yang berpusat di Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Organisasi ini didirikan pada 8 Dzulhijjah 1330 H atau 18 Nopember 1912 M di Yogyakarta oleh K.H.Ahmad Dahlan, gerakan ini dikenal sebagai gerakan purifikasi Islam “amal ma’ruf nahi munkar”, namun problemnya basis agama di Muhammadiyah menjadi akar kontruksi dan reproduksi doktrin atas nilai-nilai sosio cultural dalam relasi laki-laki dan perempuan sekaligus menjadi legitimasi politik atas ketidakadilan gender di Muhammadiyah. Penelitian ini adalah penelitian lapangan, menggunakan metode kualitatfi dengan pendekatan sosiologis-fenomenolis yang diperkuat oleh beberapa analisis teoritis dari Antonio Gramsci dengan terminology hegomoni, Michel Foucult, dengan relasi kuasa the history of sexuality dan dibantu oleh teori lainnya salah satunya fungsionalisme struktural. Dari hasil temuan penelitian ini bahwa ketimpangan gender dan kuatnya peran agama sebagai nilai dalam proses konstruksi dan reproduksi gender di gerakan Muhammadiyah.

 

Kata kunci: agama, gender, politik, konstruksi, muhammadiyah



Full Text:

PDF

References


Abdullah, Amin, 2004. Studi Agama Normativitas dan Historisitas. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Abdullah, Irwan (ed), 2006. Sangkan Paran Gender. Yogyakarta: Pusat Studi Kependudukan UGM kerjasama Pustaka Pelajar.

Abdullah, Irwan, dkk, 2002. Islam dan Konstruksi Seksualitas. Yogyakarta: PSW IAIN Yogyakarta, The Fort Foundation dan Pustaka Pelajar.

Amin, Qosim, 2003. The New Women: A Documen in The Early Debate of Egyption Feminisme, terj. Syariful Alam, Sejarah Penindasan Perempuan, Menggugat “Islam Laki-laki” Menggurat “Perempuan baru”. Yogyakarta: IRCiSoD.

Arikunto, Suharsimi, 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Aswad, Barbara C, 1978. Women, Class, and Power: Examples from the Hatay, Turkey, in Lois Beck and Nikki Keddie (ed), To the Women of the Muslim Word. Harvard University Press.

Baehaqi, Imam (ed), 199. Agama dan Relasi Sosial. Yogyakarta: LKiS, 2002

Berger, Peter L. The Sacred Canopy, (terj), Hartono, Langit Suci Agama Sebagai Realitas Sosial. Jakarta: LP3ES.

Berger, Peter L. dan Thomas Luckman,1990. The Social Contruction of Reality, (terj), Hasan Basri, Tafsir Sosial Atas kenyataan. Jakarta: LP3ES.

Berry, David, 2003. The Principle of Sociology, (terj) Paulus Wirutomo, Pokok-pokok Pikiran Dalam Sosiologi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Beuken, Win dkk, 2003. Religion as a Source of Violence? (terj), Imam Baehaqie, Agama Sebagai Sumber Kekerasan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Echols, John M. dan Hassan Shadily, 2000. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Fakih, Mansur, 2006. Analisis Gender dan Tranformasi Sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Foucult, Michel,1985. The History of Sexuality vol I, New York: Random House, Inc,

Foucault, Michel, 2002. The Archeology of Knowladge, terj. M. Mochtar Zoerni, (Yogyakarta: Penerbit Qalam.

Furchan, Arief, 1992. Pengantar Metoda Penelitian Kualitatif. Surabaya: Usaha Nasional.

Hadi, Sutrisno, 1982. Metodologi Reserch. Jakarta: Yasbit Fakultas Psikologi UGM.

Hafidz, Wardah, Misogyny Dalam Fundamentalisme Islam, Jurnal Ulumul Qur’an, No. 1 .Vol. III/th. 1992.

Hamim Ilyas, dkk, 2005. Perempuan Tertindas? Kajian Hadis-hadis “Misoginis”. Yogyakarta: eLSAQ Press dengan PSW UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Harian Kedaulatan Rakyat, 9 Desember 2004

Haryatmoko, 2003. Etika Politik dan Kekuasaan, Jakarata: Kompas.

Katjasungkana, 2001. Nureyahbani, dkk. Potret Perempuan Tinjauan Politik, Ekonomi, Hukum di Zaman Orde Baru. Yogyakarta: PSW UMY bekerjasama Pustaka Pelajar.

Koentjaraningrat,1983. Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT Gramedia.

Koentjaraningrat, 1984. Kebudayaan Jawa, Jakarta: Balai Pustaka.

Kahmad, Dadang, 2000. Metode Penelitian Agama. Bandung: Pustaka Setia.

Karim, Khalil Abdul, 2007. Mujtama’ Yatsrib Alaqah ar-Rajul wa al-Mar’ah fi Ahd an-Nabiy wa al-Khulafa’ ar-Rasyidin, (terj), Khairon Nahdiyyin, Relasi Gender Pada Masa Muhammad dan Khulafaurrasyidin. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Illich, Ivan, 2002. Gender, (terj), Omi Intan Naomi, Matinya Gender. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Moleong, Lexi J, 2000. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Mosse, Julia Cleves, 2007. Half The Word, Harf A Chance, An Introduction to Gender and Development, (terj), Hartian Silawati, Gender dan Pembangunan. Yogyakarta: RIFKA ANNISA Women’s Crisis Center dengan Pustaka Pelajar.

Mu’arif, 2005. Meruat Muhammadiyah, Kritik Seabad Pembaharuan Islam di Indonesia, Yogyakarta: Pilar Media.

Murata, Sachiko,1997. The Tao of Islam, Kitab Rujukan Tentang Relasi Genderdalam Kosmologi dan Teologi Islam. (terj), Rahmani Astuti dan M.S Nasrullah, Bandung : Mizan.

Muhammad, Husein, 2007. Islam Agama Ramah Perempuan. Yogyakarta: LkiS.

Madjid, Nurcholis, 1995. Islam, Doktrin dan Peradaban. Jakarta: Yayasan Wakap Paramadina.

Nasaruddin, Umar, 2001. Argumen Kesetaraan Jender; Perspektif Al-qur’an. Jakarta: Paramadina.

Nottingham, Elizabeth, 2002. Religion and Sociaty, (terj), Abdul Muis Naharong, Agama dan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Perss.

Patra, Nezar dan Andi Arif, 2003. Antonio Gramsci, Nagara dan Hegomoni. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ridwan. Kekerasan Berbasis Gender, 2006. Purwokerto: Pusat Studi Gender STAIN Purwokerto kerjsama Fajar Pustaka Yogyakarta.

Ritzer, George, 2004. a multiple paradign science, (terj), Alimandan, Sosiologi Ilmu Berparadigma Ganda. Jakarta: Rajawali Pers.

Ritzer, George dan Douglas J. Goodman, 2004. Teori Sosiologi Modern, (terj), Alimandan. Jakarta: Rajawali Perss.

Ritzer, George, 2005. The Postmodern Society Theory, terj. Muhammad Taufik, Teori Sosial Postmodern, Yogyakarta: Juxtapose bekerjasama Kreasi Wacana.

Said, Nur, 2005. Perempuan Dalam Himpitan Teologi dan HAM. Yogyakarta: Pilar Media.

Salman, Ismah, 2005. Keluarga Sakinah dalam Aisyiyah: Diskursus Jender di Organisasi Perempuan Muhammadiyah. Jakarta: PSAP Muhammadiyah.

Samsuri dan Iffah Nur Hayati, Kajian Tematis Keputusan-keputusan Mejelis Tarjih Muhammadiyah Tentang Perempuan, dalam Jurnal Millah, Vol. V, No, 2, Februari 2006

Suworno, Margono Poespo, 2005. Gerakan Muhammadiyah, Yogyakarta: Penerbit Persatuan Baru.

Suhandjati, Sri (ed), 2002. Pemahaman Islam dan Tantangan Keadilan Jender. Yogyakarta: Gama Media kerjasama dengan Pusat Studi Jender IAIN Walisongo Semarang.

Tibi, Bassam, 1999. Islam and the Cultural Accommodation of Social Change, (terj), Misbah Zukfah Ellizabet dan Zainul Abas, Islam Kebudayaan dan Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.




DOI: http://dx.doi.org/10.33373/jtp.v1i1.716

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Flag Counter

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.